• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 28 No. 3 April 2011


NILAI NORMAL KECEPATAN HANTAR SARAF MOTORIK ULNARIS SIKU
Corry Novita Mahama*, Nizar Yamanie**, Fitri Octaviana**, Herqutanto***

ABSTRACT

Introduction: Nerve conduction study is a part of electro diagnostic procedures that have been proven useful in the evaluation of the function of the peripheral nervous system, including the ulnar nerve. There are physiological and non- physiological aspects to the ulnar nerve conduction velocity. The use of ulnar conduction velocity measurement as a diagnostic procedure requires a knowledge of the range of values encountered in healthy individuals.

Aim:
to obtain the normal value of ulnar motor nerve conduction velocity (NCV) at the elbow and the amplitude, and the difference of conduction velocity between the elbow and forearm segments, and to know the difference value of NCV and the amplitude between various groups of variables.


Methods
: A cross-sectional study (survey method) was performed to normal adult population, aged 21-60 years old, residing in the neighborhood of RSCM and researcher, who fulfilled the inclusion criteria. Ulnar motor nerve conduction study was performed on both arms, assessed for latency, amplitude, and NCV in segment of the motor ulnar forearm and elbow.


Results:
Among 160 samples, the mean of below elbow and above elbow amplitudes were, respectively, 6,79±1,44 and 6,58±1,43 mV, with lower limit of the normal value respectively, were 3,9 and 3,7 mV. The median value of ulnar NCV across the elbow, generally, was 62,5 (43,5-83,3) with lower limit of the normal value 50,0 m/s. Differentiated by gender, for male and female, respectively, were 55,6 (43,5-83,3) and 62,5 (50,0-83,3), with lower limit of normal value 45,1 m/s and 52,6 m/s. The difference of conduction velocity between 2 segments, for male and female, respectively, 2,5 (-26,9–23,3) and 0,0 (-19,3–14,7), with upper limit of normal value 16,3 and 12,8 m/s, respectively. The difference of ulnar motor NCV across the elbow between male and female groups was statistically significant (p=0,000). Contrary to the other group of variables. Similarly, the amplitude value of the age group, gender, BMI and hand dominance.


Conclusion
: Lower limit of the nomal value of below and above elbow amplitude were 3,9 and 3,7 mV, repectively. Lower limit of normal value of ulnar motor NCV across the elbow for male was 45,1 m.s, and for female was 52,6 m/s.


Keywords
: Amplitude, latency, nerve conduction velocity, normal value, ulnar nerve

ABSTRAK

Pendahuluan: Pemeriksaan kecepatan hantar saraf (KHS) adalah bagian dari prosedur elektrodiagnostik yang terbukti bermanfaat untuk mengevaluasi fungsi sistem saraf tepi, termasuk saraf ulnaris. Nilai KHS ulnaris dapat dipengaruhi berbagai faktor fisiologis dan non-fisiologis. Untuk dapat memanfaatkan pengukuran kecepatan hantar saraf ulnaris sebagai prosedur diagnostik, dibutuhkan pengetahuan mengenai rentang nilai pada individu yang normal.

Tujuan: Mendapatkan nilai normal KHS motorik ulnaris siku dan amplitudonya serta beda KHS antara segmen siku dan lengan bawah, dan mengetahui perbedaan nilai KHS dan amplitudo saraf ulnaris antara berbagai kelompok variabel.

Metode: Penelitian potong lintang metode survei pada populasi orang dewasa normal berusia 21-60 tahun yang berada di lingkungan RSCM dan lingkungan sekitar peneliti, yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan KHS motorik ulnaris dilakukan pada kedua lengan, dinilai latensi, amplitudo, dan KHS pada segmen lengan bawah dan siku.

Hasil: Dari 160 sampel, didapatkan rerata amplitudo bawah siku dan atas siku berturut-turut 6,79±1,44; dan 6,58±1,43 mV, dengan nilai normal amplitudo untuk bawah siku sebesar 3,9 mV dan untuk atas siku sebesar 3,7 mV. Nilai median KHS siku secara umum adalah 62,5 (43,5-83,3) dengan nilai normal sebesar 50,0 m/s. Nilai median KHS untuk pria dan wanita berturut-turut sebesar 55,6 (43,5-83,3) dan 62,5 (50,0-83,3), dengan nilai batas bawah normal KHS motorik ulnaris siku untuk pria adalah 45,1 m/s dan untuk wanita adalah 52,6 m/s. Sedangkan beda KHS 2 segmen untuk pria dan wanita berturut-turut sebesar 2,5 (-26,9–23,3) dan 0,0 (-19,3–14,7), dengan nilai normalnya 16,3 dan 12,8 m/s. Didapatkan perbedaan signifikan antara nilai KHS motorik ulnaris siku pada kelompok pria dan wanita (p=0,000). Sedangkan untuk kelompok usia, indeks massa tubuh (IMT) dan dominasi tangan tidak didapatkan perbedaan bermakna. Demikian halnya dengan nilai amplitudo terhadap kelompok usia, jenis kelamin, IMT dan dominasi tangan.

Kesimpulan: Nilai batas bawah normal amplitudo bawah siku dan atas siku adalah 3,9 dan 3,7 mV. Nilai batas bawah normal KHS motorik ulnaris siku untuk pria adalah 45,1 m/s dan untuk wanita adalah 52,6 m/s.

Kata kunci: Amplitudo, kecepatan hantar saraf, latensi, nilai normal, saraf ulnaris

---------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia /RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, **Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, ***Departemen Ilmu Komunitas FK Universitas Indonesia /RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta

 

 


Download Article


Vol 28 No. 3 April 2011


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics