• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 29 No. 1 Oktober 2011


WAKTU KEDATANGAN PASIEN STROKE DI LIMA RUMAH SAKIT PEMERINTAH DI DKI JAKARTA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
Edi Prasetyo*, Salim Harris**, Freddy Sitorus**, Herqutanto***

ABSTRACK

Introduction : Severe of disease stroke is haven’t to recognized by society Indonesia until much stroke patients come late to hospital to get medication. This condition results number morbidity and high mortality in rural and also urban.
Aims: This study was performed to demography characteristic, time of patient arrival stroke in five government hospitals in DKI jakarta and factors that influence it and application to health believe model.
Method : Research uses designed A cross sectional, using primary and skunder data. Population is all patients stroke either iskemik or hemoragik, first and also repetitive attack incoming fifth government hospital in five regions in DKI Jakarta.
Result : From 110 subyeks research bases time of arrival are got 24.5% come with onset < 3 hour, 75.5% subyek comes after > 3 hour onsets and come after 1 day 41.8%. Base age, subyek age 41-64 year as high as 56.4%, caught up old age (> 65 year) as high as 37.3%, and tender years (< 40 year) as high as 6.4%. Base sex, men 57.3%, woman 42,7%. Base education, 51.8% subyek have the education of low, 15% subyek high. From 59.1% subyek that not work, biggest percentage exist ons housewife 39.1%, subyek that not have job 12.7%, and retired 7.3%. At subyek that work, 32.7% private sector worker and 8.2% as the civil public servant (PNS). Base sosiodemografi etnik Java and Sunda have percentage in common namely 29.1%, Betawi 26.4%, Tapanuli 10% and Minang 5.5%, From the science of stroke 58.2% subyek haves knowledge that less, only 19.1% subyek that have good knowledge. From clinical symptom 80.9% emergency symptom suddenly, stageable 19.1%. Condition when come to hospital, alert 46.4%, uncounccious 53.6%. 74.5% symptom is recognized by others. Base residence 36.4% patient that stay alone. Base distance, though hospital to house distance far 47.3% patient remain to cure to Hospital referred. Low income as 59.1%. From payment, 70.9% subyek gets payment from government with division 20.9% ASKES/Jamsostek and 50% JAMKESMAS/JAMKESDA/GAKIN. Rest, 26.4% subyek pay personally and only 2.7% patient that get responsibility from company or private sector insurance. As high as 65.5% subyek selects research hospital as the health medium first time contacted, 28.2% select primary health care, and 6.4% contact neurologist ce. From all subyeks, only 4.5% subyek that use ambulans as the homeward transportation medium pain. As high as 70.9% patient contacts other family beforehand before go to hospital. 27.3% subyek ever experiences of stroke previously. A large part of patients (66.4%) and family (61.8%) will not (yet) accept information stroke previously.
Conclusion: Characteristic stroke patient in government hospital in five regions DKI Jakarta is productive age majority, men, low education level, earn low, generally indigenous to jawa etnic and the duration time of patient arrival stroke to hospital of a large part of more than three hour. Factor that speed up arrival is stays with others, distance between patient house to hospital and usage ambulans as the transportation medium go to hospital
Keywords: Characteristic stroke, factors that influence it, five government hospital in DKI Jakarta, health believe model, patient, the duration arrival time.

 

ABSTRAK
Pendahuluan: Bahaya penyakit stroke belum disadari secara luas oleh masyarakat indonesia sehingga banyak pasien stroke terlambat datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Hal ini mengakibatkan angka kecacatan serta kematian yang tinggi di pedesaan maupun perkotaan.
Tujuan: Mengetahui karakteristik demografi, waktu kedatangan pasien stroke di lima rumah sakit pemerintah di DKI Jakarta dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta penerapan pada health believe model (HBM)
Metode: Penelitian menggunakan disain potong lintang dengan menggunakan data primer dan skunder. Populasi merupakan seluruh pasien stroke baik iskemik maupun hemoragik, serangan pertama maupun berulang yang datang ke lima rumah sakit pemerintah di lima wilayah di DKI Jakarta.
Hasil: Dari 110 subyek penelitian didapatkan 24.5% datang dengan onset < 3 jam, 75.5% subyek datang setelah > 3 jam onset dan datang setelah 1 hari 41.8%. Berdasarkan usia, subyek usia 41-64 tahun sebesar 56.4%, disusul usia lanjut (> 65 tahun) sebesar 37.3%, dan usia muda (< 40 tahun) sebesar 6.4%. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki 57.3%, perempuan 42,7%. Berdasarkan sebaran pendidikan, 51.8% subyek berpendidikan rendah, 15% subyek berpendidikan tinggi. Dari 59.1% subyek yang tidak bekerja, persentase terbesar terdapat pada ibu rumah tangga 39.1%, subyek yang tidak memiliki pekerjaan 12.7%, dan pensiunan 7.3%. Pada subyek yang bekerja, 32.7% pekerja swasta dan 8.2% sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Berdasarkan Sosiodemografi Suku Jawa dan Sunda memiliki persentase yang sama yakni 29.1%, Suku Betawi 26.4%, Suku Tapanuli 10% serta Minang 5.5%, Dari pengetahuan tentang stroke 58.2% subyek memiliki pengetahuan yang kurang, hanya 19.1% subyek yang memiliki pengetahuan baik. Dari gejala klinis 80.9% muncul gejala secara mendadak, bertahap 19.1%. Kondisi saat datang ke rumah sakit, sadar 46.4%, kesadaran menurun 53.6%. 74.5% gejala dikenali oleh orang lain. Berdasarkan tempat tinggal 36.4% pasien yang tinggal seorang diri. Berdasarkan jarak, meskipun jarak dari rumah ke Rumah Sakit jauh 47.3% pasien tetap berobat ke Rumah Sakit tersebut. Tingkat pendapatan rendah sebesar 59.1%. Dari segi pembiayaan, 70.9% subyek mendapat pembiayaan dari pemerintah dengan pembagian 20.9% ASKES/Jamsostek dan 50% JAMKESMAS/JAMKESDA/GAKIN. Selebihnya, 26.4% subyek membayar secara pribadi dan hanya 2.7% pasien yang mendapat tanggungan dari perusahaan atau asuransi swasta. Sebesar 65.5% subyek memilih rumah sakit penelitian sebagai sarana kesehatan pertama kali dihubungi, 28.2% memilih pelayanan kesehatan primer, dan 6.4% menghubungi praktek neurolog. Dari seluruh subyek, hanya 4.5% subyek yang menggunakan ambulans sebagai sarana transportasi menuju rumah sakit. Sebesar 70.9% pasien menghubungi keluarga yang lain terlebih dahulu sebelum menuju ke rumah sakit. Sebanyak 27.3% subyek pernah mengalami stroke sebelumnya. Sebagian besar pasien (66.4%) dan keluarga (61.8%) belum pernah menerima informasi stroke sebelumnya.
Kesimpulan: Karakteristik penderita stroke di rumah sakit pemerintah di lima wilayah DKI Jakarta mayoritas usia produktif, laki-laki, tingkat pendidikan rendah, berpendapatan rendah, umumnya berasal dari suku jawa dan lamanya waktu kedatangan pasien stroke ke rumah sakit sebagian besar lebih dari tiga jam. Faktor yang mempercepat kedatangan adalah tinggal bersama orang lain, jarak antara rumah pasien ke rumah sakit serta penggunaan ambulans sebagai sarana transportasi menuju ke rumah sakit
Kata kunci: Faktor-faktor yang mempengaruhinya, health believe model (HB), karakteristik pasien stroke, lamanya waktu kedatangan, lima rumah sakit pemerintah di DKI Jakarta.


---------------------------------------------------------------------------------------------
*) Peserta Program Pendidikan Dokter Spsialis Saraf FKUI / RS Cipto Mangunkusoma, Jakarta
**) Staf Departemen Ilmu penyakit Saraf FKUI / RS Cipto Mangunkusoma, Jakarta
***) Staf Departemen Ilmu komunitas FKUI / RS Cipto Mangunkusoma, Jakarta

 


Download Article


Vol 29 No. 1 Oktober 2011


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics