• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 29 No. 2 Januari 2012


HUBUNGAN ANTARA FAKTOR RISIKO TAK TERKONTROL DAN KEJADIAN STROKE ISKEMIK BERULANG
Pukovisa Prawiroharjo*, Wiji Lestari**, Salim Harris*

ABSTRACT

Introduction: Hypertension, diabetes mellitus (DM), atrial fibrillation, other heart diseases, obesity, hiperuricemia, smoking, and polycytemia have been investigated as risk factors of first and also recurrent ischemic stroke events. In intention to prevent secondarily from recurrent ischemic stroke, controlling those risk factors is very important. There were no available study, especially in Indonesia which investigates controlling each risk factors and as cumulative with recurrent ischemic stroke events.

Aims
: To determine relationship between controlling each risk factor and cumulative of uncontrolled risk factors with recurrent ischemic stroke events.

Methods
: This study designed as case-control study on post ischemic stroke patients who had routine check-up in Cipto Mangunkusumo Hospital (RSCM) Neurology Outward during March-April 2010. Case group is patients who had recurrent ischemic stroke on recent one year. Control group is patients who had only once ischemic stroke event more than a year ago. Data gathered from interviews, physical, and laboratory examinations. Each risk factor then divided into “exist-uncontrolled” and “not exist-controlled” groups. Exist and not exist term defined for atrial fibrillation and polycytemia risk factors. While controlled and uncontrolled term defined for others. Statistical analysis calculated with chi square and logistic regression.

Results
: There are 52 subjects which consists of 24 subjects as case group and 28 subjects as control group. Odds ratio (OR) each risk factor with recurrent ischemic stroke events are: hypertension (OR 2.778; 95%CI 0.740-10.428; p=0.123), diabetes melitus (OR 2.471; 95%CI 0.624-9.788; p=0.190), dyslipidemia (OR 2.105; 95%CI 0.665-6.658; p = 0.202), obesity (OR 5.077; 95%CI 1.345-19.169; p=0.012), atrial fibrillation (OR 11.118; 95%CI 1.255-98.487; p = 0,011), hyperuricemia (OR 1.510; 95%CI 0.428-5,327; p=0.521), polycytemia (OR 7.105; 95%CI 0.767-65.801; p = 0.052), other heart disease (OR 2.6; 95%CI 0.432-15.646; p = 0.284), smoking (OR 27, 95%CI 3.144–231.871; p <0.001). After analyzed by logistic regression, significant relationship only occurs in atrial fibrillation, obesity, and smoking. Significant relationship with recurrent ischemic stroke events also occur in patients with > 2 uncontrolled risk factors (OR 7.286; 95%CI 2.135-24.861; p = 0.01).

Conclusion
: This study suggests that atrial fibrillation, obesity, and cumulatives of >2 present/uncontrolled risk factors has significant relationship with recurrent ischemic stroke events.

Keywords
: Case-control, recurrent ischemic stroke, uncontrolled risk factor

ABSTRAK

Pendahuluan: Hipertensi, diabetes mellitus (DM), atrial fibrilasi, penyakit jantung lainnya, obesitas, hiperurisemia, merokok, dan polisitemia telah diteliti sebagai faktor risiko terhadap kejadian stroke iskemik pertama kali maupun berulang. Dalam upaya mencegah stroke iskemik berulang, mengontrol faktor-faktor risiko tersebut amatlah penting. Saat ini belum ada studi khususnya di Indonesia yang menelaah pengendalian masing-masing faktor risiko serta risikonya secara kumulatif dengan kejadian stroke iskemik berulang.

Tujuan
: Untuk mengetahui hubungan antara pengendalian masing-masing faktor risiko dan risikonya secara kumulatif dengan kejadian stroke iskemik berulang.

Metode
: Studi ini didesain sesuai dengan studi kasus-kontrol pada pasien pasca stroke iskemik yang berobat rutin di rawat jalan Neurologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) selama Maret–April 2010. Kelompok kasus adalah pasien-pasien yang mengalami kejadian stroke iskemik berulang dalam setahun terakhir. Kelompok kontrol adalah pasien-pasien yang hanya mengalami kejadian stroke iskemik sekali saja dan terjadi lebih dari setahun yang lalu. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik dan penunjang. Setiap faktor risiko lalu dibagi ke dalam “tidak terkontrol/ada” dan “terkontrol/tidak ada”. Istilah “ada” atau “tidak ada” hanya dipakai pada faktor risiko atrial fibrilasi dan polisitemia. Sementara istilah “tidak terkontrol” atau “terkontrol” dipakai pada faktor risiko lainnya. Analisis statistika dihitung menggunakan chi square dan regresi logistik.

Hasil
: Terdapat 52 subyek yang terdiri 24 subyek sebagai kelompok kasus dan 28 subyek sebagai kelompok kontrol. Odds ratio (OR) masing-masing faktor risiko terhadap kejadian stroke iskemik berulang adalah: hhipertensi (OR 2,778; 95% I 0,740-10,428; p=0,123), diabetes melitus (OR 2,471; 95% I 0,624-9,788; p=0,190), dislipidemia (OR 2,105; 95%CI,665-6,658; p=0,202), obesitas (OR 5,077; 95%CI 1,345-19,169; p=0,012), fibrilasi atrial (OR 11,118; 95%CI 1,255-98,487; p=0,011), hiperurisemia (OR 1,510; 95%CI 0,428-5,327; p=0,521), polisitemia (OR 7,105; 95%CI 0,767-65,801; p=0,052), penyakit jantung lainnya (OR 2,6; 95%CI 0,432-15,646; p=0,284), merokok (OR 27, 95%CI 3,144–231,871; p <0,001). Setelah dianalisis menggunakan regresi logistik, hubungan bermakna hanya didapatkan pada atrial fibrilasi, obesitas, dan merokok. Pada pasien yang mempunyai lebih dari dua faktor risiko memiliki kemungkinan terjadinya stroke iskemik berulang 7 kali lebih besar (OR 7,286; 95%CI 2,135-24,861; p=0,01).

Kesimpulan
: Studi ini memperlihatkan atrial fibrilasi, obesitas, merokok, dan adanya >2 faktor risiko memiliki hubungan bermakna dengan kejadian stroke iskemik berulang.

Kata Kunci
: Iskemik berulang, faktor risiko tak terkontrol, kasus-kontrol stroke

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia, Jakarta,** Departemen Gizi Klinik FK Universitas Indonesia, Jakarta.

Korespondensi: dr.pukovisa@yahoo.co.id


Download Article


Vol 29 No. 2 Januari 2012


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics