• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 29 No. 2 Januari 2012


MANAJEMEN MENINGITIS TB PADA NEUROAIDS
Meiti Frida*

ABSTRACT

Increasing of HIV/AIDS prevalence contributes to tuberculosis (TB) incidence in developing and developed country. Meningitis TB still being a problem since it lacks of attention to its pathogenesis and therapy, especially when it's commorbid with HIV infection.
HIV is neuroinvasive and neurovirulen abnormalities but not restricted to neurotropic. TB as a complication of HIV will induced great immune response that fasten the clinical manifestation of HIV. Clinical manifestation of meningitis TB is not modificated by HIV, but some clinical findings and laboratory findings play important part to diagnosis.
One big problem with management of meningitis TB of HIV/AIDS patient is multidrug resistant (MDR). Until now the terapy still stick with MDR Tuberculosis therapy program. The most important prognostic factor in meningitis TB is clinical finding at the first examination and patient's immunity.

Keywords
: meningitis, tuberculosis, HIV, multidrug resistant

ABSTRAK

Peningkatan prevalensi HIV/AIDS ikut berkontribusi dalam mencuatnya kembali tuberkulosis (TB) di negara maju dan berkembang. Meningitis TB masih menjadi masalah, karena kurangnya perhatian terhadap patogenesis dan pengobatannya, terutama bila disertai infeksi HIV.
HIV merupakan kelainan neuroinvasif dan neurovirulen, namun tidak terbatas pada neurotopik. Terdapatnya TB sebagai komplikasi HIV akan menyebabkan perangsangan sistem imun yang kuat, sehingga dapat mempercepat perjalanan penyakit akibat HIV. Manifestasi meningitis TB tidak dimodifikasi oleh HIV, namun beberapa temuan klinis dan pemeriksaan penunjang berguna dalam diagnosis.
Salah satu masalah dalam manajemen terapi meningitis TB pada pasien HIV/AIDS adalah multidrug resistant (MDR). Sampai sekarang pengobatannya masih mengikuti pedoman MDR TB paru. Faktor prognosis yang paling penting dalam meningitis TB adalah gambaran klinis pada awal diagnosis serta tingkat kekebalan pasien.

Kata kunci
: meningitis, tuberkulosis, HIV, multidrug resistant

--------------------------------------------------------------------------
*Bagian/SMF Ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang


Download Article


Vol 29 No. 2 Januari 2012


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics