• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 29 No. 2 Januari 2012


CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT DI DUNIA KEDOKTERAN
Fitri Octaviana*

PENDAHULUAN

Dokter dapat berperan sebagai penyedia pelayanan kesehatan dan sekaligus sebagai pengajar. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan kedokteran, maka seorang dokter harus terus mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada pasien dan dapat mengajarkan ilmu yang terkini kepada peserta didik.

Perkembangan tersebut tidak hanya di bidang klinik namun juga di bidang pendidikan. Contoh pembaruan yang sederhana adalah tentang metode pembelajaran mahasiswa di fakultas kedokteran. Sampai dengan tahun 2005, berbagai fakultas kedokteran masih mengacu pada sistem pedagogi, yaitu metode yang mengharuskan mahasiswa duduk tenang mendengarkan kuliah dosen pengajar. Mahasiswa tidak diberikan kesempatan untuk belajar mandiri dan mencari sumber informasi sendiri. Namun saat ini fakultas kedokteran telah menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sejak tahun 2005. Salah satu metode pembelajaran yang digunakan dalam KBK adalah belajar berdasarkan masalah (problem-based learning).1) Pada metode ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar mandiri dan mencari literatur terbaru sebanyak-banyaknya.1 Para ahli pendidikan percaya bahwa metode ini lebih unggul dibandingkan metode lama, karena proses pembelajaran mahasiswa bergeser dari hanya sekedar “mengingat” kuliah menjadi “mengetahui” suatu ilmu.2)

Salah satu cara untuk mengikuti perkembangan terkini adalah dengan menjalankan Continuing Professional Development (CPD). CPD tidak hanya untuk memperluas wawasan, namun juga untuk mempertahankan kompetensi seorang dokter, baik sebagai pemberi pelayanan kesehatan maupun sebagai pengajar. Pada kegiatan sehari-hari, sebenarnya secara tidak sadar seorang staf pengajar telah melakukan kegiatan CPD, misalnya dengan membaca jurnal kedokteran terbaru, memberikan penatalaksanaan berdasarkan evidence based, serta membimbing mahasiswa dalam melakukan penelitian.3)

Kegiatan CPD tersebut sering tidak terdokumentasi dengan baik sehingga pada suatu ketika dapat menjadi salah satu bukti bahwa staf pengajar tersebut telah melakukan CPD sepanjang karirnya. Salah satu jenis dokumentasi tersebut berupa portofolio, yang merupakan kumpulan hasil kerja seseorang. Tinjauan pustaka ini akan membahas tentang CPD dan hal-hal yang terkait dengan konsep CPD, serta merancang bentuk portofolio sebagai salah satu aplikasi CPD.

----------------------------------------------------------------------------------------------
*Magister Pendidikan dan staf di Departemen Neurologi FKUI


Download Article


Vol 29 No. 2 Januari 2012


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics