• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 29 No. 3 April 2012


FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI TERKONTROL TIDAKNYA EPILEPSI PADA PENDERITA EPILEPSI USIA KURANG DARI 18 TAHUN
Istiana Sari* Sucipto** Irawan Mangun Atmadja***

ABSTRACT

Introduction: Epilepsy is one of the most common neurological disorders in children with prevalence 3-6/1000. Early predictor of epilepsy can produce in better outcome.

Aims: To determinate risk factors that influence an epileptic whether it controlled or not.

Methods: This was a case control study from February until September 2010 over 47 pediatric neurology’s outpatients.

Results: The majority group was uncontrolled epilepsy (57.4%), generalized seizure (91.5%), first onset of seizure more than 1 year age (51.1%), normal motoric development (59.6%), no/better changes in EEG’s epileptiform wave (85.1%), no/better changes in EEG’s background (83%). Based on bivariat analysis, there was significant relationship between EEG’s background changes with whether epilepsy becomes controlled or not.

Discussion: The factors that influence whether epilepsy became controlled or not respectively were changes in EEG’s background, changes in EEG’s epileptiform wave, first onset of seizure and motoric development.

Keywords: Epilepsy in children, risk factor, prognosa

ABSTRAK

Pendahuluan: Epilepsi merupakan gangguan neurologis yang umum terjadi pada anak dengan frekuensi 3 – 6/1000 anak. Identifikasi sejak dini risiko menjadi epilepsi tidak terkontrol dapat mencapai keluaran yang lebih baik.

Tujuan: Mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi terkontrol tidaknya epilepsi

Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus kontrol di Poliklinik Saraf Anak FKUI/RSCM pada Februari – September 2010.

Hasil: Dari 47 sampel, didapatkan kelompok yang paling banyak adalah epilepsi tidak terkontrol (57.4%), bangkitan umum (91.5%), awitan bangkitan lebih dari 1 tahun (51.1%), perkembangan motorik normal (59.6%), perubahan gambaran epileptiform membaik/ tetap (85.1%) dan perubahan irama dasar membaik/ tetap (83%). Terdapat hubungan yang bermakna antara perubahan irama dasar EEG dengan terkontrol atau tidaknya epilepsi.

Diskusi: Urutan faktor yang mempengaruhi terkontrol tidaknya epilepsi adalah perubahan irama dasar EEG, perubahan gambaran epileptiform EEG, usia awitan bangkitan dan perkembangan motorik.

Kata kunci: epilepsi anak, faktor resiko, prognosis

----------------------------------------------------------------------------------
*Fellow  Divisi Neurologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI **Asisten Penelitian Departemen Neurologi FKUI ***Staf pengajar Divisi Neurologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Jakarta.

Korespondensi: istianasari@yahoo.com


Download Article


Vol 29 No. 3 April 2012


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics