• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 29 No. 3 April 2012


KEBERHASILAN PENGOBATAN EPILEPSI LOBUS TEMPORAL DI RSCM PERIODE JUNI 2010 – MEI 2011
Winnugroho Wiratman*, Dini Fajri*, Astri Budikayanti**, Fitri Octaviana**

ABSTRACT

Introduction: Temporal lobe epilepsy (TLE) is one of the most common partial epilepsy syndromes. The aim of epilepsy therapy is seizure free without side effect of medications. Various medications have been recommended to control seizure. The efficacy of TLE therapy ini Cipto Mangunkusumo Hospital has not been publicized.

Aim: To know the efficacy of TLE therapy in Cipto Mangunkusumo Hospital.

Methods: A cross sectional descriptive on subject who undergo EEG recording at Neurology Department Cipto Mangunkusumo Hospital from June 2010 until May 2011. Subjects are people with ELT based on semiology and EEG recordings. Inclusion criteria is subject who has been having AED at least 2 years. Controlled subjects are subjects who are seizure free at least 12 months.

Results: Sixty three subjects were included in the study, 31.7% is controlled, and 68.3% is un-controlled. Seventy nine point one percent subjects in uncontrolled group and eighty percent subjects in controlled group use monotherapy. Twenty point nine percent subjects in uncontrolled group and twenty percent subjects in controlled group use politherapy.
The drugs used in monotherapy are mostly carbamazepine (27%), phenitoin (22.2%), phenobarbital (12.7%) and valproate (11.1%). Seventy point four percent subjects using valproate free from seizure more than 12 months. The most common combination used in politherapy were carbamazepine and phenitoin (4.7%).

Discussion: Thirty one point seven percent people with ELT were controlled by drugs more than 12 months and 80% among them use monotherapy (mostly valproat). Neither monotherapy or politherapy were significant in controlled or non-controlled groups.

Keywords: Temporal lobe epilepsy, drug’s efficacy, anti-epileptic drug.

ABSTRAK

Pendahuluan: Epilepsi lobus temporal (ELT) merupakan sindroma epilepsi parsial yang paling banyak terjadi. Tujuan terapi epilepsi adalah bebas bangkitan tanpa munculnya efek samping obat. Untuk mengendalikan bangkitan berbagai macam obat telah direkomendasikan. Angka keberhasilan pengobatan ELT di RSCM belum pernah dipublikasikan.

Tujuan: Untuk mengetahui angka keberhasilan pengobatan ELT di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) selama bulan Juni 2010 – Mei 2011.

Metode: Penelitian deskriptif potong lintang pada subyek yang dilakukan perekaman EEG di Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dari data rekam medik periode Juni 2010 – Mei 2011. Subyek adalah orang dengan ELT berdasarkan semiologi dan EEG. Kriteria inklusi adalah subyek yang telah mendapat pengobatan epilepsi minimal selama 2 tahun. Terkontrol berarti subyek bebas bangkitan selama minimal 12 bulan berturut-turut, tidak dibedakan monoterapi atau politerapi.

Hasil: Dari 63 subyek yang memenuhi kriteria inklusi, 31.7% dikatakan terkontrol, 68.3% tidak terkontrol. Pada monoterapi, 79.1% tak terkontrol dan 80% terkontrol. Pada politerapi, 20.9% tak terkontrol dan 20% terkontrol. Obat monoterapi yang paling sering digunakan secara keseluruhan adalah karbamazepin (27%), fenitoin (22.2%), fenobarbital (12.7%) dan valproat (11.1%). Tujuh puluh satu koma empat persen subyek yang menggunakan valproat bebas bangkitan lebih dari 12 bulan berturut-turut. Kombinasi obat yang sering digunakan adalah karbamazepin dan fenitoin (4.7%).

Diskusi: Angka keberhasilan pengobatan ELT sebesar 31.7%. Bangkitan yang terkontrol maupun yang tidak terkontrol tidak ada perbedaan bermakna baik dengan monoterapi maupun politerapi.

Kata kunci: Epilepsi lobus temporal, angka keberhasilan pengobatan, obat anti epilepsi

-----------------------------------------------------------------------------------
*Peserta Program Dokter Spesialis Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. **Staf Pengajar Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Korespondensi: winnugroho@yahoo.com


Download Article


Vol 29 No. 3 April 2012


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics