• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 29 No. 3 April 2012


SENSITIVITAS DAN SPESIVISITAS SKOR STROKE SIRIRAJ DALAM MEMBEDAKAN JENIS STROKE DI DEPARTEMEN NEUROLOGI RSUPN CIPTO MANGUNKUSUMO JAKARTA
Sri Utami*, Dian Cahyani*, Fakhrunnisa*, Al Rasyid**, Lyna Soertidewi Kiemas**

ABSTRACT


Introduction: Differentiating ischaemic and hemorrhagic stroke has a critical implications for management. The gold standard is by using brain computed tomographic (CT) scan that obtained on limited health service units. Therefore, it needs a clinical score to differentiate them.

Aims: To find out the sensitivity and specificity of Siriraj stroke score in differentiating the type of stroke.

Methods: This was a descriptive cross sectional study using stroke patient’s medical record from January 1, 2008 to Desember 31, 2010 at Neurology Ward RSUPN Ciptomangunkusumo (RSUPNCM). Stroke diagnosed based on anamnesis, clinical examination, laboratory and imaging finding from brain CT scan. For all patients, we calculated the Siriraj stroke score based on the level of consciousness, presence of headache, vomiting, atheroma and diastolic blood pressure.

Results: From 275 patients, the youngest is 34 years and the oldest is 86 years with a mean of age is 57.41 years. Male are more than female (1.3:1). Ischaemic stroke is 62.9% and hemorrhagic stroke is 37.1%. Sixty-three patients have Siriraj stroke score between -1 and 1, after a brain CT Scan is conducted 40 (63.49%) of these patients are ischaemic stroke. Sensitivity, specificity, positive predictive value (PPV) and negative predictive value (NPV) for diagnosis of ischaemic stroke is 69.94%, 86.43%, 86.62%, 81.37% and 58.82%, 83.33%, 93.06%, 79.31% for hemorrhagic stroke.

Discussion: Siriraj stroke score (SSS) doesn’t sensitive enough to differentiate ischaemic and hemorrhagic stroke at RSUPNCM Jakarta. Sensitivity of for the diagnosis of ischaemic stroke is higher than for hemorrhagic stroke.

Keywords: stroke, ischaemic, hemorrhagic, Siriraj stroke score.

ABSTRAK

Pendahuluan: Membedakan stroke iskemik dan stroke perdarahan merupakan hal penting untuk dapat dilakukan manajemen yang tepat dan cepat. Standar baku emas untuk membedakan hal ini adalah scanning otak terkomputerisasi yang didapatkan pada unit pelayanan kesehatan yang terbatas. Diperlukan suatu alat bantu yang mudah berupa skoring yang dapat membedakan keduanya.

Tujuan: Menilai sensitivitas dan spesifitas skor Siriraj  dalam membedakan tipe stroke.

Metode: Penelitian deskriptif potong lintang berdasarkan resume pasien stroke yang dirawat sejak 1 Januari 2008-31 Desember 2010 di RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSUPNCM). Diagnosis stroke ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan imajing scanning otak terkomputerisasi (CT scan kepala). Kemudian dilakukan penilaian skor Siriraj berdasarkan tingkat kesadaran, adanya sakit kepala, muntah, ateroma, dan tekanan darah diastolik.

Hasil: Didapatkan 275 pasien dengan usia termuda 34 tahun dan tertua 86 tahun dengan rerata usia 57,41 tahun. Jenis kelamin pria lebih banyak dibandingkan wanita (1,3:1). Sebagian besar merupakan stroke iskemik (62,9%) dan 37,1% stroke perdarahan. Enam puluh tiga pasien memiliki skor Siriraj diantara -1 dan 1, setelah dilakukan pemeriksaan CT Scan 40 (63,49%) merupakan stroke iskemik. Sensitivitas, spesivisitas, positive predictive value (PPV), dan negative predictive value (NPV) skor Siriraj untuk mendiagnosis stroke perdarahan 58,82%, 83,33%, 93,06%, 79,31%.

Diskusi: Skor Stroke Siriraj (SSS) tidak cukup sensitif untuk membedakan stroke iskemik dan stroke perdarahan di RSUPNCM Jakarta. Sensitivitas SSS untuk mendiagnosis stroke perdarahan pada penelitian ini lebih rendah daripada stroke iskemik.

Kata Kunci: stroke, iskemik, perdarahan, skor stroke Siriraj.

----------------------------------------------------------------------------------------------------
*Peserta Program Dokter Spesialis Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. **Staf Pengajar Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Korespondensi: nienk_sun@yahoo.co.id


Download Article


Vol 29 No. 3 April 2012


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics