• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 29 No. 3 April 2012


SINDROM LAMBERT- EATON PADA KARSINOMA TIMUS
IA Sri Wijayanti*, IGN Purna Putra**, AA Raka Sudewi**

PENDAHULUAN

Sindrom Lambert-Eaton (pseudomiastenia atau sindrom miastenia) adalah penyakit autoimun yang jarang terjadi, ditandai dengan kelemahan pada otot dan gangguan otonom. Disebabkan oleh keadaan idiopatik atau adanya sindrom paraneoplastik yang memproduksi suatu antibodi terhadap presynaptic voltage-gated P/Q calcium channels (VGCC), yang mengakibatkan penurunan masuknya kalsium ke dalam terminal presinaptik, sehingga terjadi kegagalan pengikatan vesikel pada membran presinaptik yang melepaskan asetilkolin (acetylcholine = Asetilkolin). Sindrom Lambert-Eaton sangat sering dikaitkan dengan keganasan pada paru, meskipun yang disebabkan oleh faktor idiopatik ditemukan pada hampir 40% kasus. Keluhan awal yang paling umum adalah kelemahan otot proksimal pada ekstremitas bawah. Pada pemeriksaan akan didapatkan penurunan refleks tendon dan disfungsi otonom. Keterlibatan dari otot bulbar atau pernafasan sangat jarang ditemukan pada sindrom ini. Diagnosis dikonfirmasi dengan pemeriksaan elektrofisiologi, melalui stimulasi repetitif. Saat ini sudah tersedia pemeriksaan untuk mengetahui kadar serum antibodi voltage-gated calcium channel.1

Pemilihan pengobatan yang paling penting adalah melakukan reseksi terhadap keganasan yang berhubungan dengan sindrom ini. Namun apabila keganasan tidak ditemukan sebagai faktor penyebab maka obat-obatan imunosupresif dan inhibitor asetilkolinesterase dapat digunakan dengan tingkat keberhasilan cukup baik. Berdasarkan patofisiologi sindrom ini, penggunaan obat yang mampu meningkatkan pelepasan asetilkolin dari saraf motorik presinaptik terminal diharapkan mampu memberikan perbaikan yang signifikan pada pasien sindrom Lambert-Eaton. Pasien sindrom Lambert-Eaton idiopatik harus melakukan skrining setiap 6 bulan dengan pencitraan thoraks untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya keganasan.2

KESIMPULAN

Sindrom Lambert-Eaton adalah kasus yang jarang ditemukan, terjadi sebagai akibat adanya suatu sindrom paraneoplastik yang berhubungan dengan karsinoma paru maupun penyakit autoimun idiopatik, dengan etiologi yang tidak diketahui. Gejala khas dari sindrom ini sangat mirip dengan gejala umum yang ditunjukkan miastenia gravis, dengan karakteristik klinis sindrom terdiri dari kelemahan progresif otot proksimal pada ekstremitas bawah, dengan menurunnya refleks peregangan otot dan disfungsi otonom. Elektrodiagnostik sangat membantu untuk menegakkan diagnosis, yaitu pada stimulasi repetitif dengan frekuensi perangsangan yang tinggi akan terjadi peningkatan amplitudo (increment). Penalataksanaan terhadap etiologi yang mendasari mampu secara efektif menyebabkan perbaikan gejala neurologis.


Download Article


Vol 29 No. 3 April 2012


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics