• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 29 No. 3 April 2012


PERAN HEMOSTASIS PADA PERTUMBUHAN TUMOR
Tiara Aninditha

PENDAHULUAN

Insidens tumor otak bertambah banyak sejak 30 tahun terakhir, terutama pada usia lanjut dengan rerata pertambahan insidens 1,2% per tahun. Sementara metastasis otak dari keganasan bagian tubuh lain diperkirakan sekitar 20 ? 40%. Salah satu komplikasi yang sering ditimbulkan adalah keadaan hiperkoagulasi. Keganasan menyebabkan gangguan hemostasis sebanyak 90% dan merupakan penyebab kematian kedua setelah keganasan itu sendiri. Keganasan terbanyak yang berhubungan dengan trombosis berasal dari payudara, kolon, dan paru, sesuai dengan seringnya tumor tersebut di populasi. Namun jika disesuaikan dengan prevalensi penyakitnya, keganasan yang berhubungan bermakna dengan trombosis adalah pankreas, ovarium, dan otak. Penelitian Budikayanti dkk di Departemen Neurologi FKUI/RSCM (2008) mendapatkan pada pasien dengan tumor di susunan saraf pusat, 93% mengalami keadaan status hiperkoagulasi.

Hubungan antara keganasan dan hemostasis pertama kali diperkenalkan oleh seorang dokter Perancis, Armand Trosseau (1865). Oleh karena itu muncul istilah Sindroma Trosseau, yaitu hubungan antara gangguan koagulasi pada penderita keganasan. Hubungan ini bersifat 2 arah. Pertama, pasien-pasien kanker mempunyai risiko mengalami keadaan trombosis lebih tinggi dari pada yang non kanker. Sebaliknya, tromboemboli vena (TEV) yang idiopatik ternyata merupakan gejala awal dari kanker yang asimtomatik, sebagai suatu diagnosis dini. Sebuah penelitian besar pada tahun 90-an mendapatkan hasil bahwa seseorang dengan TEV idiopatik berisiko untuk berkembang menjadi tumor 3 sampai 9 kali lebih tinggi dari pada pasien dengan TEV sekunder. Namun sayangnya, jika seorang penderita tumor pada awalnya mengalami TEV, maka prognosisnya akan lebih buruk dibandingkan penderita yang disertai gangguan koagulasi.

Selain sebagai komplikasi, aktivasi hemostasis sebenarnya merupakan bagian dari pertumbuhan dan invasi tumor. Hal ini diungkapkan pertama kali oleh Theodor Billroth yang menemukan bahwa ditemukan trombus yang membungkus jaringan tumor sebagai bagian dari proses metastasis tumor tersebut. Sedangkan menurut Dvorak, sel tumor membentuk stromanya dengan mengaktivasi faktor-faktor koagulasi menjadi tumpukan fibrin. Selanjutnya fibrin akan menyediakan diri sebagai matriks ekstrasel untuk sel tumor yang baru terbentuk, sel-sel inflamasi, dan pembuluh darah yang masih baru. Tidak seperti proses penyembuhan luka yang akan berhenti setelah perbaikan jaringan, sel tumor akan terus mengaktivasi tumpukan fibrin yang kemudian akan diganti menjadi stroma yang sebenarnya. Oleh karena itu, tumor dijuluki sebagai ?luka yang tidak sembuh? (wounds that do not heal).

Hal ini dibuktikan dengan adanya hubungan antara faktor koagulasi dengan pembentukan dan stabilisasi pembuluh darah baru. Endotel pembuluh darah pada tumor yang bersifat angiogenik akan mengekspresikan faktor jaringan (tissue factor) yang akan memicu kaskade koagulasi. Sebaliknya, faktor koagulasi yang aktif akan berikatan dengan reseptor di permukaan endotel untuk merangsang sinyal angiogenesis yang diwakili oleh VEGF (vascular endothel growth factor).

Tiara Aninditha*


Download Article


Vol 29 No. 3 April 2012


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics