• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 29 No. 3 April 2012


MANAJEMEN GEJALA MOTORIK DAN NON-MOTORIK PADA PENYAKIT PARKINSON
George Dewanto

PENDAHULUAN

Tanda-tanda kardinal penyakit Parkinson (PP) adalah tremor istirahat, rigiditas, bradikinesia, dan instabilitas postural. Lebih dari 1.5 juta orang di Amerika Serikat yang menderita PP dan 70.000 kasus baru didiagnosis tiap tahun, hingga menyebabkan beban ekonomi sekitar 23 miliar dollar. Kebanyakan biaya tersebut akibat hilangnya produktivitas dan perawatan yang membebani keluarga. Gejala motorik PP diyakini disebabkan oleh defisiensi dopamin walaupun patofisiologi gejala dan tanda Parkinson belum sepenuhnya diketahui. Terapi sulih dopamin yaitu levodopa menjadi standar pengobatan pasien PP. Walaupun levodopa jelas memperbaiki gejala mototrik sehingga banyak pasien tertolong dalam penampilan aktivitas hidup sehari-hari dan dapat terus bekerja, tetapi ia juga menyebabkan fluktuasi motorik misalnya "wearing off" dan diskinesia. Oleh karena komplikasi tersebut maka banyak ahli menganjurkan penggunaan agonis dopamin sejak dini pada pasien dengan disabilitas motorik. Agonis dopamin kurang poten bila dibandingkan dengan levodopa tetapi tidak menimbulkan diskinesia.

Di samping gejala motorik tadi pasien dapat pula mengalami gejala non-motorik seperti disfungsi otonom, perubahan kognitif, gejala psikiatrik, dan gangguan tidur. Terapi untuk gejala non-motorik lebih ditujukan pada terapi simtomatik spesifik. Pada saat ini belum ada terapi yang terbukti dapat memperlambat progresifitas PP, sehingga dapat menjadi area yang menarik untuk diteliti.Berikut adalah beberapa terapi simtomatik yang dapat digunakan.

TERAPI FARMAKOLOGIK

A. Antikolinergik

Antikolinergik merupakan salah satu obat yang pertama kali digunakan untuk terapi PP, tetapi dengan ditemukannya levodopa, maka penggunaannya makin berkurang. Hal ini disebabkan karena antikolinergik cenderung memicu atau memperburuk gangguan kognitif pada pasien lanjut usia. Antikolinergik yang digunakan sebagai monoterapi atau terapi tambahan dapat memperbaiki fungsi motorik (jangka pendek)12,13, terutama mengurangi tremor (75% kasus PP mempunyai gejala tremor4,13) daripada rigiditas atau bradikinesia. Tidak jarang terapi tremor dengan menggunakan antikolinergik pada pasien dengan PP dini atau PP dengan dominansi tremor, dapat berhasil. Mekanisme kerjanya dianggap akibat modulasi sistem asetikolinergik yang bekerja di sentral. Beberapa obat antikolinergik yang tersedia (misalnya triheksifenidil, benstropin, dan etopropasin) biasa dimulai dengan dosis rendah kemudian dinaikkan perlahan-lahan (2 - 3 x 1 mg/hari kemudian dosis dinaikkan 2 - 5 kali, dosis maksimal 15 ? 20 mg/hari) untuk menghindari efek samping. Efek samping sentral dari antikolinergik misalnya confusion, halusinasi, sedasi, dan gangguan memori sedang efek samping perifernya adalah mulut kering, retensi urin dan penglihatan kabur. Kontraindikasi pemberian antikolinergik adalah glaukoma dan hipertrofi prostat.2,3,5,6 Difenhidramin sampai 4 x 12.5 50 mg/hari pada beberapa pasien juga bermanfaat. Mekanisme kerja antikolinergik belum diketahui dengan pasti, dan karena efek sampingya yang lebih merugikan, maka pemakaiannya tidak dianjurkan

George Dewanto


Download Article


Vol 29 No. 3 April 2012


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics