• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 30 No. 3 Juni 2013


PERANAN CURB-65 SEBAGAI PREDIKTOR KELUARAN PADA CEDERA KEPALA SEDANG BERAT (SUATU STUDI PENDAHULUAN)
Dharmawita, Mursyid Bustami, Ceva Wicaksono, Joedo Prihartono

THE ROLE OF CURB-65 AS AN OUTCOME PREDICTOR IN MODERATE SEVERE HEAD INJURY (A PRELIMINARY STUDY)

ABSTRACT

Introduction : Moderate and severe traumatic brain injury (TBI) patients require hospitalization. They have higher risk in developing nosocomial infections such as pneumonia which can worsen their outcomes. Since there are many factors can affect the outcome of head-injured patients with pneumonia, a scoring system for evaluating the severity of pneumonia is needed. CURB-65 was a recommended scoring in Europa as its practical to use, but it?s never being investigated as an outcome predictor in hospitalised TBI cases.

Aims : To see whether the CURB-65 scoring system can be used to predict the outcome of moderate and severe TBI patients who developed pneumonia during hospitalization.

Methods : This was a prospective study to moderate and severe TBI patients with pneumonia confirmed byThe Center for Disease Control criteria. The severity of pneumonia was determined by using CURB-65 scoring system with the dead and alive as the outcome.

Results : As many 176 patients were included. Twenty six subjects developed pneumonia. Most of them were male and over 65 years old. The maximum score of CURB-65 was 3. The mode of CURB-65 score was 2. The outcome was seemingly associated with age, loss of consciousness, BUN, and respiratory rate. Among 5 patients who were dead,there were 2 patients who had a CURB-65 score of 3.

Discussions : Although the CURB-65 scoring system was not found to be useful in predicting outcome of moderate and severe TBI patients, this preliminary study have found that there were a tendency that each component of CURB-65 have some effects on mortality.There was a trend of increasing mortality in patients with a CURB-65 score of 3.

Keywords : CURB-65, pneumonia, traumatic bain injury

ABSTRAK

Pendahuluan : Pasien cedera kepala sedang (CKS) dan cedera kepala berat (CKB) memerlukan perawatan di rumah sakit sehingga berisiko terkena infeksi nosokomial seperti pneumonia yang dapat memperburuk keluaran. Oleh karena banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi keluaran pasien cedera kepala dengan pneumonia, diperlukan suatu sistem skoring untuk menilai derajat keparahan pneumonia. CURB-65 merupakan skoring yang direkomendasikan di Eropa karena mudah dan praktis, namun belum pernah diteliti pada kasus trauma kepala.

Tujuan : Untuk melihat apakah sistem skoring CURB-65 dapat dipakai untuk memprediksi keluaran pasien cedera kepala sedang dan berat (CKS dan CKB) yang mengalami pneumonia.

Metode : Studi prospektif terhadap penderita CKS dan CKB yang mengalami pneumonia sesuai kriteria The Center for Disease Control. Derajat keparahan pneumonia dinilaimenggunakan skoring CURB-65 dengan keluaran berupa hidup atau meninggal.

Hasil : Dari 176 pasien CKS dan CKB, terdapat 26 pasien yang menderita pneumonia. Rentang usia subjek penelitian adalah 15 - 71 tahun. Sebagian besar laki-laki dan berusia kurang dari 65 tahun. Nilai maksimal dari CURB-65 adalah 3, sedangkan nilai yang terbanyak adalah 2. Nilai CURB-65 ditemukan tidak bermakna sebagai prediktor keluaran pasca cedera kepala. Keluaran pasien cenderung dipengaruhi variabel usia, penurunan kesadaran, peningkatan kadar BUN, dan peningkatan frekuensi napas. Diantara 5 pasien yang meninggal,2 pasien yang memiliki nilai CURB-65sama dengan 3.

Diskusi : Walaupun skoring CURB-65 tidak bermakna sebagai prediktor keluaran pada pasien CKS dan CKB dengan pneumonia, penelitian pendahuluan ini menemukan adanya kecenderungan pengaruh masing-masing komponen CURB-65 (penurunan kesadaran, frekuensi napas, kadar BUN, serta usia) terhadap risiko kematian pasien. Tampak kecenderungan peningkatan mortalitas pada pasien-pasien dengan nilai CURB-65 sama dengan 3.

Kata Kunci : Cedera kepala, CURB-65, pneumonia


Download Article


Vol 30 No. 3 Juni 2013


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics