• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 30 No. 4 September 2013


PERBEDAAN ANTARA GABAPENTIN, AMITRIPTILIN, DAN KOMBINASI GABAPENTIN DENGAN AMITRIPTILIN DALAM MENGURANGI INTENSITAS NYERI PADA NYERI NEUROPATI DIABETIKA
Franz Julius Hutapea, Aida Fithrie, Kiki Muhammad Iqbal, Yuneldi Anwar

DIFFERENCES BETWEEN GABAPENTIN, AMITRIPTYLINE, AND COMBINATION OF GABAPENTINWITH AMITRIPTYLINE IN REDUCING PAIN INTENSITY IN PAINFUL DIABETIC NEUROPATHY

ABSTRACT

Introduction : Pain is the most disturbing symptom of diabetic neuropathy. Painful diabetic neuropathy occurs in 16-26% of patients with diabetes mellitus. Varieties of medications are still being studied to get the best treatment for painful diabetic neuropathy.

Aims : To assess the difference gabapentin, amitriptyline, and combination amitriptyline with gabapentin in reducing pain intensity in patients with painful diabetic neuropathy.

Methods : Randomized, pretest-postest design was used in this experimental study. The subjects was divided into 3 groups which are gabapentin group, amitriptyline group, and combination treatment (gabapentin + amytriptilin); 12 patients for each group. Pain intensity was measured three times by using the numerical rating scale (NRS), the first was before treatment, followed in day 7th after treatment and in day 14th (after the dose titrated). To determine the mean change in pain intensity before and after treatment in all three groups, Anova test (p<0,05) was used.

Results : Among 12 samples for each group, either gabapentin, amitriptyline, and in combination, produced pain intensity reduction significantly (p=0.0001) in day 14th after treatment. Gabapentin alone is not more inferior compared with combination treatment (p=0.666) for reducing pain intensity, but there was significantly difference (p=0.013) in reduction pain intensity when compared with amitriptyline alone. Gabapentine alone cause fewer adverse effects (2.8%) compared to the two other groups.

Discussions : This study suggested that the use of gabapentin alone is better than amitriptyline alone and their combination for the treatment of pain in patients with painful diabetic neuropathy.

Keywords : Amitriptyline, gabapentin, painful diabetic neuropathy, pain intensity.

ABSTRAK

Latar Belakang : Nyeri adalah gejala yang paling mengganggu pada neuropati diabetik. Nyeri neuropati diabetika terjadi pada 16-26% pasien diabetes mellitus.Banyak penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan pengobatan terbaik pada nyeri neuropati diabetika.

Tujuan : Untuk mengetahui adakah perbedaan gabapentin,amitriptilin, dan kombinasi gabapentin dengan amitriptilin dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien dengan nyeri neuropati diabetika.

Metode : Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan pretest-postest design. Penelitian dilakukan terhadap 3 kelompok, yaitu pemberian gabapentin, amitriptilin, dan kombinasinya, dengan jumlah 12 pasien per kelompoknya yang ditentukan secara randomisasi. Intensitas nyeri diukur tiga kali dengan menggunakan numerical rating scale (NRS), yaitu sebelum pengobatan dan diulang pada hari ke-7 setelah pengobatan serta hari ke-14 setelah dosis dititrasi. Untuk mengetahui perubahan rerata intensitas nyeri sebelum dan sesudah pengobatan pada ketiga kelompok digunakan uji Anova (p<0,05).

Hasil : Terhadap 12 sampel tiap kelompoknya, baik gabapentin, amitriptilin, maupun kombinasi gabapentin dengan amitriptilin, ketiganya menurunkan intensitas nyeri yang bermakna (p=0,0001) setelah hari ke-14. Pemberian gabapentin tunggal tidak lebih inferior dibandingkan dengan kombinasi gabapentin dengan Amitriptilin (p=0,666) dalam menurunkan intensitas nyeri, tetapi terdapat perbedaan penurunan yang bermakna (p=0,013) jika dibandingkan dengan pemberianamitriptilin tunggal. Pemberian gabapentin tunggal lebih sedikit menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan (2,8%) dibanding kedua kelompok lain.

Diskusi : Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan gabapentin tunggal lebih baik dibanding dengan amitriptilin tunggal dan kombinasinya untuk pengobatan nyeri pada pasien dengan nyeri neuropati diabetika.

Kata Kunci : Amitriptilin, gabapentin, intensitas nyeri, nyeri neuropati diabetika.


Download Article


Vol 30 No. 4 September 2013


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics