• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 30 No. 4 September 2013


GAMBARAN GANGGUAN OTONOM PADA PASIEN PARKINSON DI RSUPN CIPTO MANGUNKUSUMO DAN RSUP FATMAWATI
Maria Arasen, Eva Dewati, Freddy Sitorus, Herqutanto

PROFILE OF AUTONOMIC DYSFUNCTION IN PARKINSON?S DISEASE PATIENTSIN CIPTO MANGUNKUSUMO AND FATMAWATI HOSPITAL

ABSTRACT

Introduction : Autonomic symptoms are quite often reported by Parkinson?s disease patients, comprise gastrointestinal, urinary, cardiovascular, sexual and thermoregulation symptomps. SCOPA-AUT (Scale for Outcomes in Parkinson?s Disease for Autonomic Symptoms) questionnaire can detect autonomic dysfunctions and had been validated in Indonesian language, but it never .

Aims : The purpose of this study is to obtain the profile of autonomic symptoms in Parkinson?s disease patients and its related factors.

Methods : A cross sectional study was conducted between April and June 2012 to Parkinson?s disease patient in Neurologic outward patient of Cipto Mangunkusumo and Fatmawati Hospital. Subjects were 40-80 years old and were performed Hoehn-Yahr and SCOPA-AUT INA examination.

Results : A total of 54 subjects, aged 45-79 years, were recruited in this study. Most patients have illness duration less than 5 years (63%), Hoehn & Yahr stage 1-2 (63%), and use combination therapy (levodopa with dopamine agonist) (79.6%). Autonomic symptoms are complained by all patients. Most frequent symptoms are nocturia (79.6%), urinary frequency (57.3%), sialorrhea (51.9%), and strain hard when pass stools (50%).

Discussions : All Parkinson?s disease patients in this study reported autonomic symptoms, mostly nocturia, urinary frequency, and sialorrhea.

Keywords : Autonomic symptoms, Parkinson?s disease, SCOPA-AUT.

ABSTRAK

Pendahuluan : Gangguan otonom merupakan gejala yang sering dialami pasien Parkinson, meliputi gangguan gastrointestinal, urologi, kardiovaskular, seksual dan termoregulasi. Untuk mendeteksi gangguan otonom dapat digunakan kuesioner SCOPA-AUT (Scale for Outcomes in Parkinson?s Disease for Autonomic Symptoms)yang sudah divalidasi ke dalam bahasa Indonesia.

Tujuan : Untuk mengetahui gambaran gangguan otonom pada pasien Parkinson serta faktor-faktor yang memengaruhinya

Metode : Penelitian dengan disain potong lintang pada April hingga Juni 2012 di Poliklinik Saraf RSUPN Cipto Mangunkusumo dan RSUP Fatmawati, Jakarta. Subjek berusia 40-80 tahun yang didiagnosis menderita penyakit Parkinson dan dilakukan anamnesis serta pemeriksaan Hoehn-Yahr dan SCOPA-AUT INA.

Hasil : Sebanyak 54 pasien Parkinson, berusia antara 45-79 tahun, diikutsertakan dalam penelitian ini. Sebagian besar pasien memiliki durasi sakit kurang dari 5 tahun (63%) dengan stadium Hoehn & Yahr 1-2 (63%), dan memakai terapi kombinasi levodopa dengan agonis dopamin (79,6%). Gangguan otonom didapatkan pada seluruh subjek penelitian. Gangguan terbanyak adalah nokturia (79,6%), urinary frequency (57,3%), sialorea (51,9%) dan mengejan kuat saat buang air besar (50%).

Diskusi : Seluruh pasien Parkinson pada penelitian ini mengalami gangguan otonom, dengan gangguan tersering adalah nokturia, urinary frequency dan sialorea.

Kata Kunci : Gangguan otonom, Parkinson, SCOPA-AUT.


Download Article


Vol 30 No. 4 September 2013


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics