• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 30 No. 4 September 2013


FAKTOR-FAKTOR ANTROPOMETRI YANG BERPENGARUH TERHADAP FUNGSI KOGNITIF DENGAN PEMERIKSAAN MMSE DAN SUBTES MMSE PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN
Serly, Siti Aminah, Uni Gamayani, Kusnandi Rusmil

ANTHROPOMETRIC FACTORS AFFECTING COGNITIVE FUNCTION USING MMSE AND SUBTEST MMSE IN CHILDREN AGE 10-12 YEARS OLD

ABSTRACT

Introduction : Child development is all the changes that occur in children, including motor, cognitive, emotional, and psychosocial development, which became the basis for the next developments. Intelligence of a child is determined by genetic factors, environmental factors such as stimulation, and also the nutrition. Children with malnutrition will occur tissue damage, growth retardation and impaired brain development especially the frontal cortex. The Mini Mental State Examination (MMSE) can be used to measure child cognitive function, while measuring nutritional status using anthropometry.

Aims : To investigate anthropometric factors that influence child cognitive function using the MMSE and MMSE subtest in children age between 10-12 years.

Methods : A descriptive analytic cross-sectional design in 289 children age 10-12 years old, conducted in February-March 2013 in SDN Garuda, Bandung. All subjects performed anthropometric measurements such as height, weight, head circumference, body mass index (BMI) and MMSE and MMSE subtest. The statistic analysis using chi square test and logistic regression.

Results : There were no relationships between anthropometric with MMSE scores. There is a significant relationship between anthropometry with the MMSE subtest; height with orientation (p =0,004); weight with 3-step command (p = 0,023); BMI with 3-step command (p=0,024).

Discussions : There were significant relationship between anthropometry with the MMSE subtest, which are height with orientation, weight with 3-step command and BMI with 3-step command.

Keywords : Anthropometry, cognitive function, MMSE, MMSE subtest.

ABSTRAK

Pendahuluan : Perkembangan anak adalah segala perubahan yang terjadi pada anak, meliputi motorik, kognitif, emosi, dan perkembangan psikososial, yang akan menjadi landasan untuk perkembangan berikutnya. Kecerdasan anak ditentukan oleh faktor genetik, faktor lingkungan stimulasi, juga faktor gizi, atau nutrisi. Anak malnutrisi akan terjadi kerusakan jaringan, retardasi pertumbuhan badan, dan gangguan perkembangan otak secara global yang akan berpengaruh terhadap fungsi kognitif anak, terutama korteks frontal. Saat ini belum ada penelitian di Indonesia yang menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) untuk menilai kognitif anak dihubungkan dengan status gizi anak menggunakan skala antropometri.

Tujuan : Mengetahui faktor antropometri yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif anak dengan MMSE dan subtesnya.

Metode : Penelitian deskriptif analitik dengan rancangan potong lintang pada 289 anak usia 10-12 tahun, pada bulan Februari-Maret 2013 di SDN Garuda, Bandung. Semua subjek dilakukan pengukuran antropometri (tinggi badan (TB), berat badan (BB), lingkar kepala (LK), dan indeks massa tubuh (IMT)) dan MMSE beserta subtesnya. Analisis statistik menggunakan chi square dan regresi logistik.

Hasil : Tidak didapatkan hubungan antara antropometri dengan skor MMSE. Terdapat hubungan yang signifikan antara antropometri dengan subtes MMSE, yaitu TB dengan subtes orientasi (p=0,004); BB dengan subtes perintah tiga tingkat bermakna (p=0,023); IMT dengan subtes perintah tiga tingkat bermakna (p=0,024).

Diskusi : Terdapat hubungan yang signifikan antara TB dengan subtes orientasi, BB dengan subtes perintah tiga tingkat, dan IMT dengan subtes perintah tiga tingkat pada MMSE.

Kata Kunci : Antropometri, fungsi kognitif, MMSE, subtes MMSE.


Download Article


Vol 30 No. 4 September 2013


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics