• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 30 No. 4 September 2013


GAMBARAN KADAR LIPID PADA PENGGUNAAN OBAT ANTI EPILEPSI TUNGGAL GENERASI PERTAMA
Dian Cahyani, Fitri Octaviana, Lyna Soertidewi, Astri Budikayanti, Joedo Prihartono

LIPID PROFILE IN MONOTHERAPY OF FIRST GENERATION OF ANTIEPILEPTIC DRUGS

ABSTRACT

Introduction : Longterm therapy with first generation of antiepileptic drugs (AED) has been associated with adverse effects, such as serum lipid profile changes which can increase risk of cardiovascularand cerebrovascular disease. These AEDs are commonly used in neurology clinic of RSCM. Knowledge of lipid profile and prevalence of dyslipidemia on monotherapy of first generation AEDs can be used for preventing of cardiovascular and cerebrovascularaccidents.

Aims : To describe lipid profile and dyslipidemia prevalence in epilepsy patients receiving AEDs with its risk factors.

Methods : This was a cross sectional study to epilepsy patients receiving carbamazepine, phenytoin, phenobarbital and valproate as monotheraphy for more than 6 months after had fulfilled both inclusion and exclusion criteria. This study used nonrandom concecutive sampling, where all subjects were interviewed, food recalled and underwent physical examination and measurements of serum lipid profile. Blood samples were taken after 8-10 hour overnight fasting.

Results : There were 59 subjects, 27 with carbamazepine, 16 phenytoin, 10 phenobarbital, 6 valproate. Prevalence of dyslipidemia is 20.3%. Patients with phenytoin showed the highest mean of total cholesterol, LDL,and triglyseride level. Patients with valpoate showed the lowest mean of HDL level. There was significant difference in mean of total cholesterol, LDL, and triglyseride level according to AEDs. The duration of carbamazepine and phenobarbital therapy was significantly associated with higher HDL level.

Discussions : The mean of lipid profile was below population level. Dyslipidemia were more frequent in patients receiving phenytoin. The duration of AEDs therapy was significantly associated with higher HDL level.

Keywords : Antiepileptic drugs, dyslipidemia, lipid profile.

ABSTRAK

Pendahuluan : Pemberian obat anti epilepsi (OAE) generasi pertama jangka panjang sering menimbulkan efek samping seperti perubahan kadar lipid plasma yang akan meningkatkan risikopenyakit kardiovaskular dan serebrovaskular. Diharapkan dengan diketahuinya gambaran kadar lipid plasma pada penggunaan OAE tunggal generasi pertama dapat dilakukan prevalensi dislipidemia, serta pencegahan timbulnya penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular.

Tujuan : Untuk mengetahui gambaran kadar lipid dan prevalensi dislipidemia pada penggunaan OAE tunggal generasi pertama (karbamazepin, fenitoin, fenobarbital dan asam valproat) lebih dari 6 bulan serta hubungannya dengan jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), jenis dan durasi penggunaan OAE.

Metode : Disain penelitian berupa studi potong lintang terhadap pasien epilepsi dengan pengobatan tunggal karbamazepin, fenitoin, fenobarbital, dan valproat minimal 6 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjekdiperoleh secara konsekutif nonrandom, kemudian dilakukan wawancara data medis, recall makanan, pemeriksaan fisik dan kadar lipid darah. Pemeriksaan kadar lipid dilakukan setelah puasa 8-10 jam.

Hasil : Diperoleh 59 subjek dengan pengobatan OAE: 27 karbamazepin, 16 fenitoin, 10 fenobarbital, dan 6 valproat. Prevalensi dislipidemia sebesar 20,3%. Rerata kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida pada pasien dengan fenitoin lebih tinggi dari OAE lain. Rerata HDL terendah ditemukan pada pengguna valproat. Didapat perbedaan rerata kolesterol total, LDL, dan trigliserida yang bermakna berdasarkan jenis OAE. Didapat hubungan bermakna antara durasi penggunaan OAE dengan tingginya kadar HDL pada karbamazepin dan fenobabital.

Diskusi : Rerata kadar lipid dibawah rerata kadar lipid populasi. Dislipidemia lebih banyak ditemukan pada kelompok fenitoin. Durasi penggunaan OAE berhubungan dengan kadar HDL tinggi.

Kata Kunci : Obat anti epilepsi, dislipidemia, kadar lipid.


Download Article


Vol 30 No. 4 September 2013


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics