• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 30 No. 4 September 2013


GAMBARAN KADAR VITAMIN D PADA PENGGUNAAN OBAT ANTI EPILEPSI TUNGGAL GENERASI PERTAMA
Sri Utami Ningsih, Fitri Octaviana, Lyna Soertidewi, Astri Budikayanti, Joedo Prihartono

VITAMIN D LEVEL IN FIRST GENERATION OF ANTI EPILEPTIC DRUGS

ABSTRACT

Introduction : Antiepileptic drugs (AEDs) are known to interfere vitamin D metabolism through activating of the pregnane x receptor (PXR). This PXR increased regulation 24-hydroxylaseand trigger vitamin D changes into inactive metabolites. As found in Lebanon, hypovitaminosis D reaches 70% and 23.6% in Thailand. Carbamazepine, phenytoin, phenobarbital and valproic acid, the first generationAEDs, are widely used in Cipto Mangunkusumo Hospital. Knowledge of vitamin D level, prevalence of hypovitaminosis D, and its influencing factors can be reduced the adverse effect of longterm AEDs.

Aims : To investigate the correlation ofvitamin D level in epileptic patient using >6 months solely carbamazepine, phenytoin, phenobarbital,or valproic acid and its factors.

Methods : It was a cross-sectional study with consecutive sampling. Subjects were people with epilepsy taking carbamazepine, phenytoin, phenobarbital, or valproic acid for at least 6 months and fulfilled both inclusion and exclusion criteria. Allsubjects were interviewed, food recalled and underwent physical examination and measurements of vitamin D level.Data was analysed using SPSS 17.0.

Results : There are 59 subjects, male more than female (1.4:1). Most subjects were taking carbamazepine (45.8%) with duration of OAE therapy is 0.5-35 years. The prevalence of hipovitaminosis D is 30.5%. The median and mean of vitamin D are 36.9ng/ml and 36.1ng/ml.

Discussions : Mean of vitamin D level is normal. There is no relationship between gender, type of OAE, duration of OAE therapy, vitamin D intake and blood levels of vitamin D. There is a significant association between sun exposure with vitamin D levels.

Keywords : Antiepileptic drugs, vitamin D.

ABSTRAK

Pendahuluan : Kadar vitamin D dapat menurun pada penggunaan OAE lebih dari 6 bulan karena mengaktivasi pregnane x receptor (PXR) yang selanjutnya akan meningkatkan regulasi 24-hydroxilase dan memicu perubahan vitamin D menjadi metabolit inaktif. Seperti yang didapatkan di Libanon kadar vitamin D rendah mencapai 70% dan 23,6% di Thailand. Karbamazepin, fenitoin, fenobarbital dan asam valproat merupakan jenis OAE generasi pertama yang banyak digunakan di RSUPN Cipto Mangunkusumo. Perlu diketahui gambaran kadar vitamin D dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan OAE generasi tunggal.

Tujuan : Mengetahuigambaran kadar vitamin D pada orang dengan epilepsi pada penggunaan fenitoin, karbamazepin, fenobarbital, dan valproat tunggal lebih dari 6 bulan dan faktor yang mempengaruhinya.

Metode : Disain penelitian berupa studi potong lintang dengan pengambilan sampel secara konsekutif. Subjek penelitian adalah orang dengan epilepsi yang mengkonsumsi karbamazepin, fenitoin, fenobarbital, atau asam valproatminimal 6 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pada subjek dilakukan wawancara, pengisian kuesioner, pemeriksaan fisik, recall makanan dan pengambilan darah vena untuk pemeriksaan kadar vitamin D. Analisis data menggunakan SPSS 17.0.

Hasil : Didapatkan 59subjek dengan rasio lelaki:perempuan adalah 1,4:1. Sebagian besar subjek menggunakan karbamazepin (45,8%) dengan durasi penggunaan OAE berkisar 6 bulan?35 tahun. Lebih banyak subjek yang mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup lebih banyak dibandingkan yang kurang. Prevalensi kadar vitamin D rendah 30,5% dengan median 36,9 ng/ml dan rerata 36,1 ng/ml.

Diskusi : Kadar vitamin D pada penggunaan OAE generasi pertamatunggal lebih dari 6 bulan normal. Tidak didapatkan hubungan antara jenis kelamin, jenis OAE, durasi penggunaan OAE, asupan vitamin D, dan kadar vitamin D. Terdapat hubungan yang bermakna antara paparan sinar matahari dengan kadar vitamin D yang rendah.

Kata Kunci : Obat anti epilepsi, vitamin D.


Download Article


Vol 30 No. 4 September 2013


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics