• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 30 No. 4 September 2013


PREVALENSI OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA DENGAN KUESIONER STOP-BANG DAN RISIKO STROKE PADA POPULASI NORMAL
Pricilla Yani Gunawan, Salim Harris, Fitri Octaviana, Herqutanto

PREVALENCE OF OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA USING THE STOP-BANG QUESTIONAIRRE AND STROKE RISK IN THE NORMAL POPULATION

ABSTRACT

Introduction : Stroke is the second leading cause of death and the most disabling disease in the world, including Indonesia. Obstructive sleep apnea (OSA) is one of the recent known stroke risk factor and STOP-Bang questionnaire was believed to be one of the best screening tool.

Aims : To know the prevalence of high risk OSA using the STOP-Bang questionnaire and analyze its correlation to other stroke risk factors.

Methods : As much as 202 subjects age = 35 years old who never had a stroke, were analysed cross sectionally, from five regions of Jakarta, between April 2013 until June 2013. Each subject was interviewed using the STOP-Bang questionnaire, and history of smoking, hypertension, diabetes melitus, dyslipidemia, arrhythmia and central obesity were identified. Prevalence of high risk OSA was obtained from the questionnaire and every question items along with other stroke risk factors were analysed in relation to high risk OSA.

Results : Subjects were between the age of 35 to 73 years old, with female slightly more than male (51% vs 49%). As much as 100 subjects (49.5%) had high risk OSA, whereas 70% of them were male and the risk of developing OSA increases with age. Questionnaire?s item with the highest odds ratio were neck circumference (p=0.000, OR 23.5; 95%CI 5.5-101.5), followed by observed of not breathing(p=0.000, OR 22.9; 95%CI 6.8-77.4), snoring (p=0.000, OR 19.1; 95%CI 9.3-38.9), sex (p=0.000, OR 5.9), daytime sleepiness (p=0.000, OR 4.3), age (p=0.000, OR 4.1) and history of hypertensive treatment (p=0.000, OR 3.9). Body mass index could not be analysed. Other stroke risk factors that correlated with high risk OSA from the greatest likelihood were arrhytmia (p=0.000, OR 9.5), diabetes melitus (p=0.000, OR 4.5), smoking (p=0.000, OR 3.7), hypertension (p=0.000, OR 3.6), central obesity (p=0.002, OR 2.6), and dyslipidemia (p=0.046, OR 2.1).

Discussions : All of the questionnaire items, except body mass index, revealed significant difference between high risk and low risk OSA. Other stroke risk factors from the greatest likelihood to coincide with high risk OSA were arrhtmia, diabetes mellitus, smoking, hypertension, central obesity, and dyslipidemia.

Keywords : Obstructive sleep apnea, STOP-Bang questionnaire, stroke risk factors.

ABSTRAK

Pendahuluan : Stroke merupakan penyebab kematian kedua dan penyebab disabilitas utama di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan faktor risiko stroke yang belum lama diketahui dan salah satu metode skriningnya adalah kuesioner STOP-Bang.

Tujuan : Untuk mengetahui prevalensi risiko OSA menggunakan kuesioner STOP-Bang dan melihat hubungannya dengan faktor risiko stroke lain.

Metode : Sebanyak 202 subjek berusia =35 tahun yang tidak pernah mengalami stroke, dari lima wilayah di Jakarta pada bulan April 2013 hingga Juni 2013, dianalisis secara potong lintang. Dilakukan wawancara menggunakan kuesioner STOP-Bang, dan pendataan faktor risiko stroke lain meliputi merokok, hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, aritmia dan obesitas sentral. Dari kuesioner tersebut didapatkan prevalensi risiko tinggi OSA. Setiap item pertanyaan kuesioner dan faktor risiko stroke lain dianalisis terhadap risiko tinggi OSA.

Hasil : Rentang usia subjek adalah 35 hingga 73 tahun, dengan proporsi wanita sedikit lebih tinggi dibandingkan pria (51% vs 49%). Sebanyak 100 subjek (49,5%) memiliki risiko tinggi OSA, dimana 70% diantaranya adalah pria dan risiko meningkat seiring dengan peningkatan usia. Item pertanyaan dengan nilai estimasi kemungkinan risiko paling tinggi adalah lingkar leher (p=0,000, RO 23,5), diikuti dengan berhenti bernapas saat tidur (p=0,000, RO 22,9), mendengkur (p=0,000, RO 19,1), jenis kelamin (p=0,000, RO 5,9), kelelahan di siang hari (p=0,000, OR 4,3), usia (p=0,000, RO 4,1) dan riwayat pengobatan tekanan darah (p=0,000, OR 3,9). Item indeks massa tubuh tidak dapat dianalisis. Faktor-faktor risiko stroke lain berhubungan dengan risiko tinggi OSA dengan kontribusi secara berturutan dari yang paling tinggi adalah aritmia (p=0,000, RO 9,5), diabetes melitus (p=0,000, RO 4,5), merokok (p=0,000, RO 3,7), hipertensi (p=0,000, RO 3,6), obesitas sentral (p=0,002, RO 2,6), dan dislipidemia (p=0,046, RO 2,1).

Diskusi : Semua item pertanyaan kuesioner, kecuali indeks massa tubuh, menunjukkan perbedaan yang bermakna antara risiko tinggi dan risiko rendah OSA. Faktor risiko stroke lain yang memiliki estimasi risiko OSA dari yang paling tinggi adalah aritmia, diikuti dengan diabetes melitus, merokok, hipertensi, obesitas sentral, dan dislipidemia.

Kata Kunci : Faktor risiko stroke,kuesioner STOP-Bang, Obstructive sleep apnea.


Download Article


Vol 30 No. 4 September 2013


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics