• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 30 No. 4 September 2013


NEUROPATI PERIFER PADA PASIEN KARSINONMA NASOFARING YANG MENDAPAT KEMOTERAPI CISPLATIN
Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono

PERIPHERAL NEUROPATHY IN NASOPHARINGEAL CARCINOMA PATIENTS TREATED WITH CISPLATIN CHEMOTERAPY

ABSTRACT

Introduction : The majority of cancer patients will experience neuropathy. Neuropathic symptoms arising from chemotherapy can inhibit the therapeutic process. Cisplatin is the most widely used chemotherapy in the of nasopharyngeal cancer (NPC) treatment and can cause peripheral neuropathy.

Aims : This study aims to describe factors that influence neuropathy in NPC patients who received chemotherapy.

Methods : The study was conducted using a cross-sectional desig to NPC patient in Hematology Oncology outwards patient at Cipto Mangunkusumo hospital between February and May 2013. The study subjects were NPC patients who got cisplatin less than 6 months, as single treatment, chemoadjuvant or in combination with other chemotherapy agents that does not cause peripheral neuropathy. Diabetes Mellitus and patients with neurological disorders history excluded from the study. Clinical data were taken from anamnesis and neurological examination. All subject underwent elektroneurografi examination.

Results : A total of 100 study subjects consisted of 81 male and 19 female were included in this study. Age ranged from 30-60 years. Neuropathy were found in 76% subject with 51 subjects had neuropathy based on ENG only, 25 subjects based on clinical and ENG. There were 82.89% had sensory neuropathy, 80.26% had motor neuropathy, and 51.32% had autonomic neuropathy. Most (89.47%) had axonal degeneration and none had the experience of pure demyelination. There is a statistically significant relationship between age and dose with the incidence of clinical neuropathy (p<0,05).

Discussions : The prevalence of neuropathy in cisplatin chemotherapy in NPC patients in Cipto Mangunkusumo was as high as 76%, and only 25% who experienced clinical symptoms. More than half (51%) patients had subclinical neuropathy of peripheral neuropathy. Older age and greater total doses are all factors that influence the KNF neuropathy in patients receiving cisplatin chemotherapy.

Keywords : Cisplatin chemotherapy, nasopharingeal cancer, neuropathy.

ABSTRAK

Pendahuluan : Gejala neuropatik yang muncul akibat kemoterapi dapat menghambat proses terapi. Cisplatin merupakan kemoterapi yang paling banyak digunakan dalam terapi kanker nasofaring (KNF) dan banyak menyebabkan neuropati perifer.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran neuropati pada pasien KNF yang mendapat kemoterapi serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Metode : Penelitian dilakukan menggunakan disain potong lintang, terhadap pasien di Poliklinik Hematologi Onkologi RSUPN Cipto Mangunkusumo(RSCM) pada bulan Februari hingga Mei 2013. Subjek adalah pasien KNF yang dikemoterapi dengan cisplatin kurang dari 6 bulan sebelum pemeriksaan, baik tunggal, sebagai kemoadjuvan maupun kombinasi dengan kemoterapi lain yang tidak menyebabkan neuropati perifer. Pasien Diabetes Mellitus serta gangguan neurologis sebelumnya disingkirkan dari penelitian. Dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik neurologis, dan elektroneurografi.

Hasil : Terdapat 100 subjek penelitian yang terdiri dari 81 subjek laki-laki dan 19 perempuan dengan rentang usia antara 30-60 tahun. Didapatkan 76% subjek mengalami neuropati, 51 subjek diantaranya mengalami neuropati berdasarkan ENG dan 25 subjek mengalami neuropati secara klinis dan ENG. Didapatkan 82,89% mengalami neuropati sensorik, 80,26% neuropati motorik, dan 51,32% neuropati otonom. Hampir semuanya (89,47%) mengalami degenerasi aksonal dan tidak satupun mengalami demielinisasi murni. Terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan dosis dengan kejadian neuropati secara klinis (p <0,05).

Diskusi : Sebanyak 76% kejadian neuropati terinduksi kemoterapi cisplatin di RSCM, hanya 25% yang mengalami gejala secara klinis. Usia lebih tua dan dosis total yang lebih besar merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi neuropati pada pasien KNF yang mendapat kemoterapi cisplatin.

Kata Kunci : Kanker nasofaring, kemoterapi cisplatin, neuropati.


Download Article


Vol 30 No. 4 September 2013


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics