• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 30 No. 4 September 2013


DEFISIT SOSIAL SEBAGAI PREDIKTOR GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME
Veranita Pandia, Setiawan, Tuti Wahmurti Ari Sapiie, Herri Suhari Sastramihardja

SOCIAL DEFICITS AS A PREDICTOR OF AUTISM SPECTRUM DISORDERS

ABSTRACT

Introduction : Autism spectrum disorders (ASDs) is defined by deficits in three areas of functioning (social, communicative, and behavior). However impairments in social interest (social deficit) is central to the disorder. Currently, ASDs prevalence seems to have increased greatly, these estimates are close to 6 per 1000.However, ASDs is diagnosed infrequently in children younger than 3 years of age. The diagnostic process is prompted most often by parental concern about absent or delayed specch, although the social deficit are present in most children by 18 months of age. Indeed, social deficit symptoms can be detected early therefore that treatment for children as diagnosed ASD can be done as early as possible. Implications for study into social deficit as predictor in ASDs are discussed.

Keywords : Social deficit, predictor, autism spectrum disorders (ASDs)

ABSTRAK

Pendahuluan : Karakteristik gangguan spektrum autisme (GSA) ditandai dengan adanya defisit dalam 3 area fungsi, yaitu fungsi sosial, komunikasi, dan perilaku. Defisit sosial merupakan inti dari gangguan ini. Pada saat ini, prevalensi GSA semakin meningkat, yaitu sekitar 6 per 1000, akan tetapi GSA jarang didiagnosis pada anak usia di bawah 3 tahun. Proses diagnostik biasanya dimulai dari perhatian orangtua terhadap gejala terlambat atau tidak bisa bicara, walaupun pada kebanyakan anak defisit sosial sudah ada pada anak usia 18 bulan. Gejala defisit sosial dapat dideteksi lebih awal sehingga penatalaksanaan terhadap anak yang didiagnosis GSA dapat dilakukan sedini mungkin. Implikasi dari studi tentang defisit sosial sebagai prediktor pada GSA akan didiskusikan berikut ini.

Kata Kunci : Defisit sosial, gangguan spektrum autisme (GSA), predictor


Download Article


Vol 30 No. 4 September 2013


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics