• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 29 No. 4 Agustus 2012


MUTISME AKINETIK AKIBAT OKLUSI BILATERAL ARTERI SEREBRI ANTERIOR
Parningotan Yosi Silalahi, Anak Agung Bagus Ngurah Nuartha, Ida Bagus Kusuma Putra

AKINETIC MUTISM EFFECTED BY BILATERAL ANTERIOR CEREBRAL ARTERY

ABSTRACT

Introduction : Akinetik mutism due to bilateral lesions of the anterior frontal lobes are rare and therefore has not reported statistics.

Discussion : Reported case of a 54 year old male, with sudden changes in behavior such as become quiet and rarely speak or move, respond well to pain stimulus and positive eye respond to follow a moving object. CT-scan of the head and cerebral MRA showing a cerebral infarction according to the right and left anterior cerebral artery hemmorhage. The anterior occlusion of middle cerebral artery support the dominant clinical akinetik mutism. The occurrence of bilateral occlusion may have occurred since the previous anomaly in one branch of the anterior cerebral artery.

Keywords : Akinetik mutism, bilateral anterior cerebral artery occlusion, anomalies, MRA, CT-scan.

ABSTRAK

Latar Belakang : Kejadian mutisme akinetik akibat lesi bilateral lobus frontalis bagian anterior jarang terjadi sehingga belum dilaporkan secara statistik.

Diskusi : Dilaporkan kasus seorang laki-laki 54 tahun, dengan perubahan tingkah laku mendadak, terlihat diam dan jarang berbicara maupun bergerak, memberikan respons baik terhadap stimulus nyeri dan kedua mata berespon mengikuti objek yang bergerak. Pemeriksaan CT scan dan MRA kepala ditemukan infark serebri yang sesuai dengan pendarahan arteri serebri anterior kanan dan kiri. Gambaran oklusi pada kedua arteri serebri anterior menunjang klinis mutisme akinetik yang dominan. Terjadinya oklusi secara bilateral mungkin karena sebelumnya telah terjadi anomali pada salah satu cabang arteri serebri anterior.

Kata Kunci : Anomali, CT scan, MRA, mutisme akinetik, oklusi arteri serebri anterior bilateral.


Download Article


Vol 29 No. 4 Agustus 2012


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics