• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 29 No. 4 Agustus 2012


DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA NEUROSISTISERKOSIS
Paulus Sugianto

DIAGNOSIS AND MANAGEMENT OF NEUROCYSTICERCOSIS

ABSTRACT

Introduction : Cysticercosis is a parasitic infection that results from ingestion of eggs of the adult tapeworm, Taenia solium (T. solium). Neurocysticercosis is the most common paracytic infection of the brain and a leading cause of epilepsy in the developing country. This disease is endemic in some part of Indonesia.

Discussion : Mode of transmission is human to human and pig to human. The life cycle involves humans as a definite host and pigs as an intermediate host. Human becomes infected when they ingest raw or undercooked "measly pork" that contains viable cycticercus. Albendazole and praziquantel are drugs of choice to treat neurocysticercosis. Wheter and when antiparasitic drugs should be administered is controversial. Prevention strategies need to cease the life cycle of this parasite. Better understanding of the mechanisms of neurocysticercosis and the life cycle of T. solium is needed to develop appropriate intervention and prevention program.

Keywords : Epilepsy, neurocysticercosis, Taenia solium.

ABSTRAK

Latar Belakang : Sistiserkosis merupakan infeksi oleh karena menelan telur cacing pita dewasa, Taenia Solium. Neurosistiserkosis merupakan penyakit yang disebabkan parasit di otak yang sering dijumpai dan merupakan penyebab utama dari epilepsi di negara berkembang. Penyakit ini endemis di beberapa daerah di Indonesia.

Diskusi : Penularan dari manusia ke manusia atau dari babi ke manusia. Dalam siklus hidup parasit ini manusia berlaku sebagai host definitif, sedangkan babi sebagai host intermediate. Penularan terjadi apabila manusia menelan daging babi yang kurang masak dan mengandung sistiserkous yang masih hidup. Antiparasit pilihan yang digunakan sebagai pengobatan pada penyakit ini adalah albendazole dan prazikuantel. Waktu dan kapan antiparasit ini harus diberikan sampai saat ini masih kontroversi. Tindakan pencegahan diperlukan untuk memutus rantai dari siklus hidup parasit ini. Pemahaman yang baik atas mekanisme penularan dari neurosistiserkosis dan siklus hidup dari Taenia solium amat diperlukan untuk melaksanakan program pengobatan dan pencegahan.

Kata Kunci : Epilepsi, neurosistiserkosis, Taenia solium.


Download Article


Vol 29 No. 4 Agustus 2012


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics