• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 29 No. 4 Agustus 2012


TENSION-TYPE HEADACHE PADA PERAWAT GILIR DAN NON GILIR DI GEDUNG A RSUPN CIPTO MANGUNKUSUMO DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA
Muhammad Faisal, Freddy Sitorus, Eva Dewati, Herqutanto

TENSION-TYPE HEADACHE IN SHIFT NURSE AT BUILDING A RSUPN CIPTO MANGUNKUSUMO AND INFLUENCING FACTORS

ABSTRACT

Introduction : Tension-type headache is a frequent complaint experienced by health workers such as nurses. It has resulted in decreases inwork productivity, loss of working hours, and significant disadvantages. The affecting factors are demography, stres at work, and sleep pattern abnormality due to shift work. This study is conducted to describe the pattern of tension-type headache in shift and non shift nurse at building A RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM) and the affecting factors.

Method : This is a cross sectional study which subjects are nurses at building A RSCM aged 20-59 years old who have at least one year of work experience. The subjects are selected by cluster sampling (every floor at building A as the cluster) with an estimation 30% from the total number of nurses (total samples on selected floors). The subjects are interviewed, are asked to fill in questionnaires, and are physically examined. The data are analyzed by using SPSS 17 programme.

Result : The study obtains 184 nurses as subjects with prevalence of headache as many as 96 nurses  (52,2%). From 96 subjects, the prevalence of tension-type headache was 35 subjects (36,5%). Age (20-39 years old) and duration of work (1-10 years old) increase the risk of tension-type headache (p= 0,001 dan p= 0,013). There is no significant relationship between tension-type headache and shift and non shift works (p= 0,472) as well as sleep disturbance (p=0,390), stres at work (role ambiguity (p=0,162), role conflict (p= 0,346), and career development (p= 0,568)).

Discussion : Young age (20-39 year old) and short duration of work increase the risk of tension-type headache.There is no significant relationship between tension-type headache and shift and non shift work, stres at work, as well as sleep disturbance.

Keywords : Age,duration of work,shift and non shift work, sleep disturbance, stres at work, tension-type headache

ABSTRAK

Pendahuluan : Tension-type headache (TTH) merupakan keluhan yang sering dialami petugas kesehatan seperti perawat. Hal ini mengakibatkan penurunan produktivitas kerja, hilangnya jam kerja dan kerugian yang signifikan. Faktor yang memengaruhi antara lain demografi, stres pada pekerjaan dan abnormalitas pola tidur akibat kerja gilir. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran TTH pada perawat gilir dan non gilir di gedung A RSCM dan faktor-faktor yang memengaruhinya.

Metode : Disain penelitian berupa studi potong lintang. Subyek penelitian adalah perawat gedung A RSCM berusia 20-59 tahun, bekerja minimal satu tahun. Subyek diperoleh dengan teknik pengambilan sampel terklaster (sebagaiklaster adalah tiap lantai di gedung A) dengan estimasi 30% dari jumlah total perawat (totalsampling pada lantai yang terpilih). Dilakukan wawancara, pengisian kuisioner serta pemeriksaan fisik. Dilakukan analisis data menggunakan perangkat SPSS 17.

Hasil : Diperoleh 184 subyek perawat dengan prevalensi nyeri kepala sebanyak 96 perawat (52,2%). Dari 96 perawat didapatkan TTH sebanyak 35 perawat (36,5%). Faktor usia (20-39 tahun) dan masa kerja (1-10 tahun) meningkatkan risiko terjadinya TTH (p=0,001 dan p=0,013). Tidak ditemukan hubungan bermakna antara TTH dengan faktor bekerja gilir dan non gilir (p=0,472). Tidak ditemukan hubungan bermakna antara TTH dengan gangguan tidur (p=0,390) dan stres pekerjaan (ketaksaan peran (p=0,162), konflik peran (p=0,346), pengembangan karir (p=0,568)).

Diskusi : Usia muda (20-39 tahun) dan masa kerja yang pendek meningkatkan risiko terjadinya TTH dan tidak ditemukan hubungan bermakna antara TTH dengan faktor bekerja gilir dan non gilir, stres pekerjaan dan gangguan tidur.

Kata Kunci : bekerja gilir dan non gilir, gangguan tidur,masa kerja, stres pekerjaan,tension-type headache, usia.


Download Article


Vol 29 No. 4 Agustus 2012


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics