• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 29 No. 4 Agustus 2012


OTAK DAN MUSIK
Fritz Sumantri Usman

PENDAHULUAN

Musik merupakan suatu bentuk kebudayaan yang beberapa dekade terakhir sangat aktif diangkat dan dijadikan suatu bentuk terapi. Pada beberapa negara sudah banyak didirikan pusat pendidikan dan pelayanan musik, terkait dengan beberapa kondisi dari suatu penyakit khususnya di bidang neurologi. Tidak hanya secara institusional pelayanan musik diberikan, namun saat ini pun sudah semakin banyak individu yang meng"kreasikan" sendiri musik atau lagu yang dapat mempengaruhi dan merangsang mood mereka, sehingga aktivitas pagi hari dapat dimulai dengan lebih menyenangkan dan efektif dalam membangkitkan rasa optimisme, percaya diri, dan ketenangan, dimana ketiga perasaan tersebut yang secara umum ternyata dapat dibangkitkan bila kita mendengar musik atau lagu-lagu tertentu.1 Musik diketahui memiliki arti positif dalam memengaruhi perasaan yang ada dalam diri seseorang,1 namun pada beberapa kondisi musik dapat memberikan pengaruh buruk, seperti pada keadaan musicogenic epilepsy (epilepsi yang dipicu saat mendengarkan musik), musical partial seizure (halusinasi mendengar suara musik sebagai manifestasi dari epilepsi non kejang), music release hallucination (seolah olah mendengar suara musik, salah satu kondisi gangguan psikiatri), sinesthesia (halusinasi melihat suatu warna pada saat mendengarkan musik tertentu), dan amusia (gangguan dalam menentukan pengenalan nada serta irama musik).2 Namun secara garis besar musik merupakan suatu bentuk media yang sangat baik untuk mempengaruhi mood seseorang, sehingga dipergunakan sebagai terapi, baik sebagai terapi adjuvan maupun restorasi untuk beberapa penyakit saraf seperti parkinson, amnesia, rehabilitasi stroke dan banyak lagi.3 Pada artikel ini akan dibahas mengenai bagaimana musik yang kita dengar akan diolah oleh bagian bagian tertentu dari otak kita hingga dapat menciptakan perasaan yang menyenangkan kita.


Download Article


Vol 29 No. 4 Agustus 2012


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics