• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 30 No. 1 Desember 2012


PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ORANG DENGAN EPILEPSI TERKAIT MASALAH PERNIKAHAN
Arie Khairani, Lyna Soertidewi Kiemas, Fitri Octaviana, Herqutanto

COMMUNITY PERCEPTION REGARDING PEOPLE WITH EPILEPSY RELATED TO MARRIAGE ISSUES

ABSTRACT

Introduction: Epilepsy affected approximately 50 million people worldwide and even in the era of advanced researches and education on epilepsy, the stigma still causes a serious psychosocial issues.

Aim: To explore the perception behind people’s negative attitude toward people with epilepsy, in term of marriage.

Methods: This is a qualitative research which is part of a former quantitative study about people knowledge and attitude toward epilepsy.

Results: In this study we recorded interview results of 7 respondents about epilepsy, particularly in term of marriage. From those interviews, we found that nearly all of the respondents were objected if they or their family must get married to people with epilepsy for a wide variety of reasons.

Discussion: We concluded that among Indonesian people, the stigma attached to epilepsy is still very intense and it highly influences social relationship of people with epilepsy, including their marriage.

Keywords: Epilepsy, marriage, perception, stigma

ABSTRAK

Pendahuluan: Epilepsi disandang sekitar 50 juta orang di seluruh dunia dan bahkan di era kemajuan penelitian dan pendidikan epilepsi, stigma tetap menjadi masalah psikososial yang serius.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi yang melatarbelakangi sikap negatif masyarakat terhadap orang dengan epilepsi, khususnya dalam hal pernikahan.

Metode: Ini adalah suatu penelitian kualitatif, yang merupakan kelanjutan dari penelitian kuantitatif tentang pengetahuan, persepsi dan sikap masyarakat terhadap epilepsi.

Hasil: Dalam penelitian ini kami melakukan dan merekam wawancara mendalam terhadap 7 orang responden tentang persepsi mereka terhadap epilepsi, yang berkaitan dengan masalah pernikahan. Dari wawancara yang kami lakukan, kami menemukan bahwa hampir semua responden menyatakan keberatannya untuk menikah ataupun menikahkan anggota keluarga mereka dengan penderita epilepsi dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

Diskusi: Kami menyimpulkan bahwa di kalangan masyarakat Indonesia, stigma terhadap epilepsi masih kental, dan hal ini mempengaruhi pergaulan sosial para penderitanya, termasuk dalam hal pernikahan.

Kata Kunci: Epilepsi, pernikahan, persepsi, stigma.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
*Peserta Program Dokter Spesialis Saraf Ilmu Penyakit Saraf FK Universitas Indonesia, ** Staf Departemen Neurologi FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, ***Staf Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Univesitas Indonesia.

Korespondensi
: naila.alma@gmail.com


Download Article


Vol 30 No. 1 Desember 2012


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics