• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 1 Desember 2014


PERBANDINGAN METODE CRUSH INJURY DENGAN METODE PARTIAL SCIATIC TRANSECTION DALAM INDUKSI NYERI NEUROPATIK PADA HEWAN COBA
Dessy R Emril, Syafruddin, Samekto Wibowo, Lucas Meliala, Rina Susilowati

COMPARISON OF CRUSH INJURY METHOD AND PARTIAL SCIATIC TRANSECTION IN INDUCTION OF NEUROPATHIC PAIN TO EXPERIMENTAL ANIMAL

ABSTRACT


Background
: One important component that determines the success of research in neuropathic pain in experimental animals is the method to induce the pain. The method commonly used is Partial Sciatic Transaction (PST), because of its pure neuropathic pain response. Crush injury (CI) is a fairly simple method and is more easily applied with minimal bias factor and as effective in causing neuropathic pain.

Objective: To compare the effectivity between CI and PST in inducing neuropathic pain in experimental animals Rattus norvegicus.

Methods: This was an experimental study using a post-test design method only. Fourteen 3-month old male rats of 200-300g, devided into two goups; CI and PST groups.Neuropathic pain test was performed using Von Frey filament tools. Test was positive if ≥7 foot withdrawal to the cut off point of 100g. The test performed at 2nd, 3rd, 4th, 6th and 8th weeks. Frequency of positive pain behavior was analyzed using Mann-Whitney statistical test.

Results: There was no significant difference in the onset of neuropathic pain. In the PST method, neuropathic pain appeared earlier (at week 2) and lasted up to 6 weeks in 42.9% experimental animals, meanwhile only 14.3% observed at week 8. Crush injury group showed neuropathic pain in week 3 and lasted up to 8 weeks (42.9%).

Conclusion: This study showed that both CI and PST were equally effective in causing neuropathic pain. Crush injury method caused neuropathic pain that lasted longer (up to 8 weeks) compared to PST method.

Keywords: Crush injury, neuropathic pain, partial sciatic transaction

ABSTRAK

Latar Belakang
: Salah satu komponen penting yang menjadi penentu keberhasilan penelitian nyeri neuropatik yang menggunakan hewan coba adalah metode untuk menimbulkan nyeri pada hewan tersebut. Semakin efektif metode yang digunakan akan semakin valid hasil yang didapat. Metode yang sering digunakan antara lain partial sciatic transection (PST), oleh karena dapat menimbulkan respons nyeri neuropatik yang murni. Crush injury meskipun belum sepopuler pendahulunya merupakan metode yang cukup sederhana dan lebih mudah diaplikasikan dengan faktor bias yang minimal namun efektif dalam menimbulkan nyeri neuropatik.

Tujuan: Mengetahui perbandingan metode CI dan PST dalam menimbulkan nyeri neuropatik pada hewan coba Rattus norvegicus.

Metode: Penelitian eksperimental menggunakan metode posttest design only terhadap 2 kelompok, yang menggunakan metode CI dan metode PST, dengan jumlah 7 Rattus norvegicus perkelompok yang ditentukan secara randomisasi. Uji nyeri neuropatik dilakukan menggunakan alat filamen Von Frey. Uji positif jika penarikan kaki ≥7 dengan titik potong 100g. Dilakukan uji tersebut pada minggu ke-2, 3, 4, 6, dan 8. Untuk mengetahui perbandingan efektifitas kedua metode dalam menimbulkan nyeri neuropatik digunakan uji Mann Whitney.

Hasil: Tidak dijumpai perbedaan bermakna pada kedua kelompok dalam timbulnya nyeri neuropatik baik pada minggu ke 2, 3, 4, 6, dan 8 (p>0,005). Pada metode PST, nyeri neuropatik muncul lebih awal (pada minggu ke-2) dan bertahan hingga minggu ke-6 pada sebagian hewan coba (42,9%) dan hanya dijumpai pada 14,3% hewan coba pada minggu ke-8. Pada metode CI nyeri neuropatik muncul pada minggu ketiga dan bertahan hingga minggu ke-8 (42,9%).

Kesimpulan: Metode CI dan PST sama efektifnya dalam menimbulkan nyeri neuropatik, namun metode CI menimbulkan nyeri neuropatik yang bertahan lebih lama (hingga minggu ke-8) dibandingkan metode PST.

Kata Kunci: Crush injury, nyeri neuropati, partial sciatic transection

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Bagian/SMF NeurologiFakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala/RSUD Dr Zainoel Abidin Banda Aceh **Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiahkuala, Banda Aceh, ***Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/RSU Dr. Sardjito, Yogyakarta, ****Departemen Histologi dan Biologi Sel Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Korespondensi: dessyezzy@gmail.com.


Download Article


Vol 32 No. 1 Desember 2014


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics