• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 1 Desember 2014


KORELASI IMUNOGLOBULIN M ANTI-PHENOLIC GLYCOLIPID-I DENGAN PEMERIKSAAN KONDUKSI SARAF PADA PASIEN KUSTA MULTIBASILAR.
Hendry Gunawan, Nani Kurniani, Thamrin Syamsudin, Muljaningsih Sasmojo

CORRELATION BETWEEN ANTI-PHENOLIC GLYCOLIPID-I IMMUNOGLOBULIN M AND NERVE CONDUCTION STUDIES IN MULTIBACILLAR LEPROSY

ABSTRACT

Introduction: Indonesia has the third highest prevalence of leprosy in the world. The titer of anti-PGL-1 IgM is found to be higher in multibacillary type compared to paucibacillary type leprosy. Studies regarding the correlation of serum anti-PGL-1 IgM and leprosy neuropathy in multibacillary leprosy patients, diagnosed by Nerve Conduction Studies (NCS), have never been performed worldwide.

Aims: To assess the correlation of serum anti-PGL-1 IgM titer of patients and NCS in patients with multibacillary (MB) type leprosy.

Methods: The study was a cross-sectional study with observational analytic design. The study was conducted during the period March-May 2013 at dr. Hasan Sadikin hospital in Bandung, with consecutive sampling. Rank Spearman correlation analysis was performed. Statistical significance was determined for p value of <0.05.

Results: From 30 subjects (66.7% males, mean age 48 years old), 10 (33.3%) subjects experienced sensory disorder in the form of anesthesia and 12 (40.0%) subjects had motor disorder in the form of finger deformity. There was a significant correlation (p<0.05) between the serum anti-PGL-1 IgM titer and NCS (distal latency in MNC of the ulnar nerve) in MB type leprosy patients.

Discussions: There was a significant correlation between serum anti-PGL-1 IgM titer and NCS (which is the distal latency in MNCof the ulnar nerve) in MB type leprosy patients.

Keywords : Anti-PGL-1 IgM, leprosy neuropathy, multibacillary, nerve conduction studies

ABSTRAK

Pendahuluan
: Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kusta terbanyak ketiga di dunia. Pada kustati pemulti basilar didapatkan kadar antibodi IgM anti-PGL-I yang lebih tinggi. Penelitian mengenai korelasi kadar IgM anti-PGL-I dalam serum pasien dengan pemeriksaan konduksi saraf pada penderita kusta tipe multi basilar belum pernah dilakukan di dunia.

Tujuan: Untuk mengetahui korelasi kadar Ig M anti-PGL-I dalam serum pasien dengan pemeriksaan konduksi saraf padapenderitakusta tipe multibasilar.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian klinis secara potong-lintang dengan rancangan penelitian analitik observasional. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2013 di RS dr. Hasan Sadikin, Bandung secara konsekutif. Untuk mengetahui korelasi digunakan analisis korelasi Rank Spearman. Kemaknaan hasil uji ditentukan berdasarkan nilai p≤0,05.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 30 subjek (66,7% laki-laki, rerata usia subjek 48tahun), 33,33% terdapat gangguan sensorik berupa anestesi dan 40% terdapat gangguan motorik berupa deformitas jari. Terdapat korelasi yang signifikan (p<0,05) antara kadar IgM anti-PGL-I serum dan latensi distal n. ulnaris sinistra pemeriksaan konduksi saraf motorik pada pasien kusta tipe multibasilar (MB).

Diskusi: Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa didapatkan korelasi yang bermakna antara kadar IgM anti-PGL-I pada serum dan latensi distal n. ulnaris sinistra pemeriksaan konduksi saraf motorik pada pasien kusta tipe MB.

Kata kunci: IgM anti-PGL I, kustatipe MB, neuropati kusta, pemeriksaan konduksi saraf

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Padjajaran,Bandung, **Departemen Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FK Universitas Padjadjaran, Bandung.

Korespondensi: comeon4bdg@gmail.com.


Download Article


Vol 32 No. 1 Desember 2014


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics