• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 1 Desember 2014


NILAI DIAGNOSTIK MAGNETIC RESONANCE IMAGING DAN APPARENT DIFFUSION COEFFICIENT DALAM MENENTUKAN DERAJAT ASTROSITOMA
Reyhan Eddy*, Rahmad Mulyadi*, Tiara Aninditha**, Hartono Tjahjadi***, Trevino Pakasi****

DIAGNOSTIC VALUE OF MAGNETIC RESONANCE IMAGING AND APPARENT DIFFUSION COEFFICIENT IN ASTROCYTOMA GRADING DETERMINATION

ABSTRACT

Introduction:
High grade astrocytomasare one of the most common primary brain tumors with overall high mortality. Magnetic resonance imaging (MRI) and apparent diffusion coefficient (ADC) could determine astrocytoma grading prior to histopathological analysis, hence patient education for treatment and prognosis could be established earlier.


Aims:
To obtain diagnostic value of MRI and ADC in determining grade of astrocytomas prior surgery or biopsy.


Methods:
A cross-sectional research was performed using brain MRI of patients with astrocytoma as histopathological diagnosis. Astrocytoma evaluation used MRI image with Dean et al criteria and ADC measurement for all part of tumor (Ab), single (Ap) and multiple (Ar) solid part of tumor.


Results:
The significant determining characteristics of astrocytoma grading in MRI were border, presence of hemorrhage, and heterogeneity. The sum of astrocytoma image scoring using Dean et al criteria (cut-off value: 7) and the evaluation of astrocytoma image in MRI in determining low and high grade astrocytomas had 90.9% sensitivity and 87.5% specificity. ADC, for Ap and Ar, were significant to determine low and high grade astrocytomas with sensitivity and specificity up to 90.9% and 87.5%.


Discussions:
MRI and ADC had high sensitivity and specificity to determine low and high grade astrocytomas.


Keywords:
ADC, astrocytoma, MRI.


ABSTRAK

Pendahuluan: Astrositoma ganas/high grade astrositoma merupakan salah satu tumor otak primer terbanyak dengan mortalitas yang tinggi. Pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) dan apparent diffusion coefficient (ADC) dapat membantu menentukan derajat astrositoma sebelum dilakukan biopsi histopatologi sehingga edukasi mengenai tatalaksana dan prognosis penderita dapat dilakukan lebih dini.

Tujuan: Mengetahui nilai diagnostik MRI dan ADC dalam menentukan derajat astrositoma sebelum dilakukan pembedahan atau biopsi.

Metode: Penelitian potong lintang ini menggunakan data sekunder MRI kepala penderita dengan histopatologi astrositoma. Penilaian astrositoma dilakukan berdasarkan gambaran MRI menggunakan kriteria Dean dkk dan pengukuran ADC untuk seluruh bagian tumor (Ab) dan bagian tumor padat yang menyangat kontras (Ap) serta beberapa sampel (Ar) pada ADC map.

Hasil: Gambaran MRI astrositoma yang bermakna untuk menentukan astrositoma derajat rendah dan tinggi adalah batas, perdarahan, dan heterogenitas pada tumor. Penggunaan jumlah skoring kriteria Dean dkk pada gambaran astrositoma dengan nilai batas 7 serta penilaian gambaran astrositoma pada MRI untuk menentukan astrositoma derajat rendah dan tinggi memiliki sensitivitas 90,9% dan spesifisitas 87,5%. ADC dengan menggunakan nilai rerata, minimum, dan maksimum pada Ap serta nilai rerata dan minimum pada Ar berbeda bermakna untuk menentukan astrositoma derajat rendah dan tinggi dengan nilai sensitivitas dan spesifisitas mencapai 90,9% dan 87,5%.

Diskusi: MRI dan ADC memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi untuk menentukan astrositoma derajat rendah dan tinggi.

Kata kunci: ADC, astrositoma, MRI.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Radiologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, **Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, ***Departemen Patologi AnatomiFK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta,****Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Korespondensi: reyhaneddy@radiologirscm.com


Download Article


Vol 32 No. 1 Desember 2014


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics