• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 1 Desember 2014


EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIPLATELET TERHADAP KEJADIAN PERDARAHAN SALURAN CERNA BESERTA FAKTOR RISIKONYA PADA PASIEN STROKE
Martha Evy Susanti, Rizaldy Pinzon, Sugiyanto

THE EVALUATION OF ANTIPLATELET THERAPY AND  GASTROINTESTINAL BLEEDING WITH THE RISK FACTORS IN STROKE PATIENT

ABSTRACT

Introduction
: Antiplatelet therapy is widely used in patients with ischemic stroke. The use of antiplatelet is recommended to reduce the incidence of recurrent stroke and other cardiovascular events. One side effect of antiplatelets is gastrointestinal bleeding that can increase mortality.

Aims: To measure the frequency of gastrointestinal bleeding on average annually in the use of antiplatelet drugs acetylsalicylic acid or other antiplatelet therapy, either alone or in combination in patients with ischemic stroke and to obtain an overview on the use of dual antiplatelets that may increase the incidence of gastrointestinal bleeding.

Methods: This was a two-part study. It involved an observational cross-sectional frequency study using stroke registry data from January 2011 to December 2013, and a case-control sudy using secondary data of stroke patients from January 2010 to December 2013 in Bethesda hospital, Yogyakarta. We selected a group of patients newly diagnosed with ischemic stroke who received antiplatelet therapy and gastrointestinal bleeding (60 patients), compared with a control group that did not experienced gastrointestinal bleeding (60 patients). A second study, a retrospective study of the risk factors that may increase the incidence of gastrointestinal bleeding was done.

Results: In the frequency study, the number of ischemic stroke patients for 3 years (January 2011 to December 2013) were 1,267 patients, and the prevalence of gastrointestinal bleeding events occcured was 4.1%/person/year. Based on bivariate analysis, the risk factors that affected the gastrointestinal bleeding were the use of antiplatelet combined with anticoagulant (p=0.003; OR= 3.76).

Discussion: Dual antiplatelets <23 days were relatively safe. Combination antiplatelet and anticoagulant increase the risk of GI tract bleeding compare with antiplatelet alone, and other factors such as: age, and other comorbidities (hypertension, DM, liver and kidney dysfunction) did not show any significantly induce the GI tract complication.

Keywords: Antiplatelet, gastrointestinal bleeding, ischemic stroke, risk factors

ABSTRAK

Pendahuluan:
Antiplatelet adalah salah satu terapi yang digunakan dalam tatalaksana stroke iskemik untuk mengurangi/mencegah kejadian stroke berulang dan kejadian kardiovaskular lainnya. Efek samping antiplatelet adalah perdarahan saluran cerna, sehingga dapat meningkatkan kematian.

Tujuan: Mengetahui prevalensi perdarahan saluran cerna pada pasien stroke iskemik yang menggunakan antiplatelet dan mendapatkan gambaran penggunaan antiplatelet ganda yang dapat meningkatkan kejadian perdarahan saluran cerna.

Metode: Studi observasional dengan metode potong lintang menggunakan data stroke registry bulan Januari 2011 sampai Desember 2013, dan studi kasus kontrol yang menggunakan data bulan Januari 2010 sampai Desember 2013 pasien rawat inap di RS Bethesda, Yogyakarta. Kriteria inklusi adalah subjek dewasa dengan stroke iskemik pertama kali yang baru menggunakan antiplatelet, mengalami perdarahan saluran cerna (untuk kasus), atau tidak mengalami perdarahan saluran cerna (untuk kontrol). Dinilai pula faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian perdarahan saluran cerna.

Hasil: Dari 1.267 pasien stroke iskemik selama 3 tahun (Januari 2011 sampai Desember 2013) didapatkan prevalensi perdarahan saluran cerna sebesar 4,1% orang/tahun. Faktor risiko yang kemungkinan mempengaruhi terjadinya perdarahan saluran cerna adalah penggunaan antiplatelet bersama antikoagulan (p=0,003; RO=3,76; IK 95% 1,51-9,36). Variabel lain tidak mempengaruhi secara bermakna.

Diskusi: Pemberian antiplatelet ganda selama <23 hari relatif aman. Kombinasi antiplatelet dan antikoagulan meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna dibandingkan dengan pemberian antiplatelet saja, dan faktor-faktor lain seperti umur dan komorbiditas lainnya (hipertensi, diabetes mellitus, gangguan fungsi hati dan ginjal) tidak menunjukkan adanya komplikasi pada saluran cerna secara signifikan.

Kata Kunci: Antiplatelet, faktor risiko, perdarahan saluran cerna, stroke iskemik

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, **SMF Saraf RS Bethesda/FK Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta.

Korespondensi: medidoc2002@yahoo.com


Download Article


Vol 32 No. 1 Desember 2014


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics