• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 1 Desember 2014


RERATA PULSATILITY INDEX ARTERI SEREBRI MEDIA PADA PENYANDANG DIABETES MELLITUS DENGAN ATAU TANPA RETINOPATI
Uly Indrasari, Salim Harris, Dante Saksono H, Joedo Prihartono

MEANPULSATILITY INDEXOF MIDDLE CEREBRAL ARTERYIN DIABETES WITH AND WITHOUT RETINOPATHY

ABSTRACT

Introduction
: Cerebral microangiopathy is one of the most important complications in diabetes mellitus. Elevation in pulsatility index (PI) measured by transcranial doppler (TCD) has been postulated to reflect increasedvascular resistance distal to the artery being examined. Diabetic patients with retinal microangiopathy usually have cerebral microangiopathy also. TCD examination is relatively safe and cheaper compares with imaging to detect the complication in cerebral artery in patients with diabetic.

Aims: To determine differences in mean PI of MCA in groups with and without retinopathy in type 2 diabetic patients and to find the cut off point value at ROC curve.

Methods: The study recruited sixty patients with type 2 diabetes (with no other vascular abnormality), divided into 2 groups; 29 diabetic patients with retinopathy and 31 without retinopathy. TCD was performed to record the PI of MCA and then analyzed to find the cut off point values. Ages, duration of diabetes, HbA1c levels, history of hypertension, and dyslipidemia were analyzed as confounding factors.

Results: The mean PI of MCA is significantly higher in diabetic patients with retinopathy (1.17±0.25) than without retinopathy (1.05±0.26)with p=0.001 and with PI cut off point was at PI>1.025 with 70% sensitivity and 54% specificity.Age, HbA1c level, duration of diabetes, history of hypertension and dislipidemia do not have any significant relationship with cerebral status.

Discussions: There is a significant difference between mean PI of MCA in diabetic patients with and without retinopathy. The cut off points are at PI>1.025 with 70% sensitivity and 54% specificity.

Keywords: Cerebral microangiopathy, diabetic retinopathy, pulsatility index, transcranial doppler

ABSTRAK

Pendahuluan
: Mikroangiopati serebral merupakan salah satu komplikasi vaskular pada diabetes mellitus (DM) yang dapat menyebabkan silent cerebral infark. Salah satu parameter dalam pemeriksaan doppler transkranial (DT) yang dapat merefleksikan adanya mikroangiopati di otak adalah pulsatility index (PI). Penilaian ini perlu dilakukan pada pasien DM dengan retinopati diabetik (suatu komplikasi mikroangiopati tersering pada DM tipe 2) kemungkinan sudah terjadi mikroangiopati pada pembuluh darah serebral.

Tujuan: Untukmengetahui perbedaan rerata nilai PI pada arteri serebri media (middle cerebral artery/MCA) pada penyandang DM tipe 2 dengan dan tanpa retinopati, beserta titik potongnya pada kurva ROC, dan faktor-faktor yang memengaruhinya.

Metode: Penelitian potong lintang dengan 60 subjek DM tipe 2 tanpa komplikasi makrovaskular terhadap pasien Poliklinik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta periode November 2013–April 2014. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan DT untuk menilai PI MCA. Usia, riwayat hipertensi, dislipidemia, lama menyandang DM tipe 2, dan HbA1c dianalisis sebagai faktor perancu.

Hasil: Penelitian terhadap 29 subjek retinopati dan 31 pasien tanpa retinopati, didapatkan nilai rerata PI arteri serebri media subjek dengan retinopati lebih tinggi (1,17±0,25) secara bermakna (p=0,001) dibandingkan tanpa retinopati (1,05±0,26). Usia, riwayat hipertensi, dislipidemia, lama menyandang DM tipe 2, dan kadar HbA1c serum tidak berhubungan terhadap perubahan rerata PI MCA. Titik potong nilai PI MCA pada penyandang DM tipe 2 dengan retinopati adalah ≥1,025 dengan sensitivitas 70% dan spesifisitas 54%.

Diskusi: Didapatkan perbedaan rerata nilai PI MCA secara bermakna antara kelompok dengan dan tanpa retinopati, dengan nilai titik potong nilai PI MCA adalah ≥1,025,sensitivitas 70%, danspesifisitas 54%.

Kata kunci: Doppler transkranial, mikroangiopati serebral, pulsatility index, retinopati diabetik

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Korespondensi: uly.indrasari@yahoo.co.id


Download Article


Vol 32 No. 1 Desember 2014


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics