• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 1 Desember 2014


TINGKAT KEAMANAN CEREBRAL DIGITAL SUBSTRACTION ANGIOGRAPHY PADA ANAK DI BEBERAPA RUMAH SAKIT DI INDONESIA
Fritz Sumantri Usman, Achmad Firdaus Sani, Yuwono, Ashari Bahar, Tommy Rachmat Setyawan, Iskandar Nasution, Trunojoyo, Yovita Andhitara, Yetty

SAFETY OF CEREBRAL DIGITAL SUBSTRACTION ANGIOGRAPHY IN CHILDREN AT SEVERAL HOSPITALS IN INDONESIA 

ABSTRACT

Introduction
: The prevalence of stroke in children between 6-11 per 100,000 children. Cerebral Digital Substraction Angiography (cerebral DSA) is the gold standard procedure for assessing vascular abnormalities of the brain. However, it is an invasive procedure and is relatively expensive. Until now there have been no reports of complications of cerebral DSA in children.

Aims: To determine the neurological complications, non-neurological complications and death DSA cerebral procedures in children.

Methods: A descriptive cross sectional study was initiated January 2009 through August 2013, in pediatric patients aged <18 years who indicated performed to the procedure of the cerebral DSA at Fatmawati Hospital, Jakarta; Dr. Soetomo Hospital, Surabaya; and Mitra Keluarga Hospital, East Bekasi. Demographic data was collected through questionnaire, while related procedures data such as time procedures, the number of catheters used, presence or absence of complications manually were collected after the procedures were done.

Results: There were 35 cases of cerebral DSA mostly girls (69%), aged 11-14 years (54%), consisting cases of stroke (40%) and non-stroke (60%). Most procedures used one catheter and the time of doing fluoroscopic was 15-30 minutes. Most cases of non-stroke due to Arterious-Venous Malformations (AVMs (37%)). The result showed that there were no neurological and non-neurological complications, nor death within those procedures.

Discussions: In this study, there were no neurological or non-neurological complications after cerebral DSA procedure performed on children at several hospitals in Indonesia.

Keywords: cerebral DSA, children, complication, Indonesia

ABSTRAK

Pendahuluan:
Prevalensi serangan stroke dan penyakit pembuluh darah lainnya pada anak adalah sekitar 6-11 per 100.000 anak. Digital substraction angiography (DSA) serebral adalah prosedur baku emas untuk menilai kelainan pembuluh darah otak, namun merupakan prosedur invasif dan relatif mahal. Sampai saat ini belum ada laporan komplikasi DSA serebral pada anak.
Tujuan: Mengetahui komplikasi neurologi, non-neurologi, dan kematian pascaprosedur DSA serebral pada anak.

Metode: Penelitian deskriptif potong lintang sejak Januari 2009 hingga Agustus 2013, pada pasien anak usia <18 tahun yang terindikasi dilakukan prosedur DSA serebral di RS Fatmawati, Jakarta; RSUP dr. Soetomo, Surabaya; dan RS Mitra Keluarga, Bekasi Timur. Pengambilan data demografi didapat dari kuesioner, sedangkan data terkait prosedur seperti waktu prosedur, jumlah kateter yang digunakan, serta ada atau tidaknya komplikasi di data secara manual setelah prosedur dilakukan.

Hasil: Terdapat 35 kasus DSA serebral yang mayoritas (69%) perempuan berusia 11-14 tahun (54%), terdiri dari kasus stroke (40%) dan non-stroke (60%). Sebagian besar prosedur menggunakan 1 kateter dan waktu flouroskopi terbesar adalah 15-30 menit. Sebagian besar kasus non-stroke adalah akibat malformasi arterivena (MAV(37%)). Tidak ditemukan komplikasi neurologis, non-neurologis, maupun kematian pada 35 prosedur tersebut.

Diskusi: Tidak ditemukan adanya komplikasi neurologi ataupun non-neurologi pascatindakan DSA serebral yang dilakukan pada anak-anak di beberapa RS di Indonesia.

Kata kunci: Anak, DSA serebral, Indonesia, komplikasi

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
*SMF Neurologi RSUP Fatmawati, Jakarta, **Departemen Neurologi FK Universitas Airlangga/RS Dr. Soetomo, Surabaya, ***RS Royal Taruma Negara, Jakarta, ****Departemen Neurologi FK Universitas Hasanuddin,/RS Wahidin Sudirohusodo, Makasar, ***** SMF Neurologi RS Stroke Nasional, Bukittinggi, ******Departemen Neurologi FK Universitas Sumatera Utara/RS Adam Malik, Medan, *******RS Awal Bros, Pekanbaru, ******** Departemen Neurologi FK Universitas Diponegoro/RS Dr. Kariadi, Semarang, *********Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Korespondensi
: fritz.sumantri@gmail.com.


Download Article


Vol 32 No. 1 Desember 2014


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics