• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 1 Desember 2014


REGENERASI SARAF PERIFER
Ashalia Chandra Dewi, Shahdevi Nandar Kurniawan, Machlusil Husna, Masruroh Rahayu

PERIPHERAL NERVE REGENERATION 

ABSTRACK

Introduction
: Peripheral nerves consist of all nervous system outside the brain and spinal cord. If there is a peripheral nerve injury, there will be a series of complex process to dispose tissue damage and start recovery. The rate of regeneration depends on the severity of the injury, the onset of innervation and peripheral nerve condition itself. However, peripheral nerve degeneration and regeneration process is not fully understood.

Peripheral nerves regenerate spontaneously after injury because of supportive environment and capacity of intrinsic growth of the neurons. The precision and success of peripheral nerve repair depend on level of nerve injury. With the increasingly advanced technology, several studies have looked into peripheral nerve regeneration therapy to enhance the accuracy and speed of peripheral nerve regeneration.

Keywords: Degeneration, nerve injury, peripheral nerve regeneration

ABSTRAK

Pendahuluan
:
Saraf perifer merupakan sistem saraf yang berada di luar otak dan medula spinalis. Apabila terjadi cedera saraf, maka akan terjadi rangkaian proses yang kompleks dan teratur untuk membuang jaringan yang rusak dan memulai proses perbaikan. Tingkat regenerasi dapat tergantung dari beratnya cedera saraf, waktu terjadinya invervasi dan kondisi jaringan saraf perifer sendiri. Namun proses degenerasi dan regenerasi saraf perifer yang komplek belum dimengerti secara penuh.
Saraf perifer beregenerasi secara spontan setelah cedera karena adanya lingkungan yang mendukung dan aktivasi kapasitas pertumbuhan instrinsik dari neuron. Ketepatan waktu dan keberhasilan proses perbaikan saraf perifer tergantung dari tingkat keparahan cedera. Saat ini dengan teknologi yang semakin maju, telah dikembangkan beberapa penelitian tentang terapi untuk regenerasi saraf perifer untuk meningkatkan regenerasi saraf perifer dengan cepat dan tepat.

Kata kunci: Cedera saraf, degenerasi, regenerasi saraf perifer

--------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Brawijaya, Malang.

Korespondensi: shahdevinandar@yahoo.com


Download Article


Vol 32 No. 1 Desember 2014


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics