• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 2 Maret 2015


HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN HIPERTENSI DENGAN PERFORMA FUNGSI KOGNISI DAN GAMBARAN MAGNETIC RESONANCE IMAGING KEPALA
Chrismanita, Anam Ong, Ahmad Rizal

CORRELATION BETWEEN HYPERTENSION, COGNITIVE PERFORMANCE, AND BRAIN MAGNETIC RESONANCE IMAGING

ABSTRACT

Introduction: Chronic hypertension causes endothelial damage in cerebral small vessels, resulting in structural brain damage and ultimately causes cognitive impairment.

Aims:
To analyze correlation between hypertension, cognitive performance, and brain magnetic resonance imaging (MRI) in midlife year subjects.

Methods:
This cross-sectional observational and analytical study recruited 71 subjects, whose ages between 45–59 years. All of the subjects underwent neuropsychological examination, including global cognitive function, attention, memory, language, visuospatial, and executive function; and brain MRI to analyze white matter lesion, microbleeds, and cerebral and hippocampal volume. Statistical analysis was done using Kolmogorov and ranks Spearman’s correlation test from Stat Soft.

Results:
The untreated hypertension group had lower cognitive score compared to the treated group examined with mini mental state examination (MMSE) (p<0.01), Word List Recall (p<0.05), Boston Naming Test (p<0.01), Consructional Praxis (p=0.01), and trail making test (TMT) B (p<0.01). In this study, we found several significant correlations: cerebral volume between untreated and treated group in Brain MRI (p<0.01); white matter lesion (Fazekaz scale) with attention (r=-0.38/p<0.01), memory (r=-0.32/p<0.05), and executive function (r=-0.30/p=0.05); and cerebral atrophy (GCA scale) with attention (r=0.41/p<0.01) and executive function (r=0.33/p=0.05).

Discussion:
Untreated hypertensive group had inferior score in cognitive function. They also had smaller cerebral volume than the treated hypertensive group. There was a correlation between white matter lesion with attention, memory, and executive function; also between score cerebral atrophy with attention and executive function.

Keywords :
Brain MRI, cognitive function, midlife hypertension.

ABSTRAK

Pendahuluan: Hipertensi kronis menyebabkan kerusakan endotel pembuluh darah kecil di otak sehingga menyebabkan kelainan struktural di otak yang dapat mengakibatkan gangguan kognisi.

Tujuan
: Untuk mengetahui hubungan antara hipertensi, performa fungsi kognitif, dan gambaran MRI kepala pada subjek usia pertengahan.

Metode
: Penelitian observasi analitik potong silang merekrut 71 subjek dengan rentang usia 45-59 tahun. Semua subjek dilakukan pemeriksaan neuropsikologi, yaitu fungsi kognisi global, atensi, memori, bahasa, visuospasial, dan fungsi eksekutif; pemeriksaan MRI kepala untuk menilai lesi substansia alba, microbleeds, volume serebral, dan volume hipokampus. Analisis statistik menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dan korelasi Rank Spearman dengan program Stat Soft
Hasil: Dibandingkan kelompok hipertensi yang diterapi, kelompok hipertensi yang tidak diterapi memiliki skor yang lebih rendah dalam fungsi kognisi dengan tes MMSE (p<0,01), Vigilance (p<0,01), Trial Making Test (TMT) A (p<0,01), Logical Memory (p<0,01), Word List Recall (p<0,05), Boston Naming Test (p<0,01), Constructional Praxis (p=0,01), dan TMT B (p<0,01). Pada penelitian ini didapatkan beberapa hubungan bermakna antara volume serebral pada kelompok hipertensi yang diterapi dan yang tidak mendapatkan tereapi pada gambaran MRI kepala; lesi white matter (skala Fazekaz) dengan atensi (r=-0,38/p<0,01), memori (r=-0,32/p<0,05), dan fungsi eksekutif (r=-0,30/p=0,05); serta atrofi serebri dengan atensi (r=0,41/p<0,01) dan fungsi eksekutif (r=0,33/p=0,05).

Diskusi
: Kelompok hipertensi yang tidak diterapi memiliki kognisi yang lebih rendah dan volume serebri yang lebih kecil. Pada penderita hipertensi, terdapat korelasi antara lesi white matter dengan atensi, memori, dan fungsi eksekutif; skor atrofi serebri berhubungan dengan fungsi atensi dan fungsi eksekutif.

Kata kunci:
Fungsi kognisi, hipertensi, MRI kepala, usia pertengahan.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Padjajaran/RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung.

Korespondensi: vivaima@yahoo.com


Download Article


Vol 32 No. 2 Maret 2015


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics