• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 2 Maret 2015


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI EPILEPSI LOBUS TEMPORAL POTENSIAL RESISTEN OBAT
Andini Aswar, Fitri Octaviana, Astri Budikayanti , Joedo Prihartono

FACTORS INFLUENCING POTENTIAL DRUG-RESISTANT TEMPORAL LOBE EPILEPSY

ABSTRACT

Introduction
: The goal of management patients with epilepsy is to achieve seizure-free in order to reach optimal quality of life for people with epilepsy. Currently antiepileptic drugs (AEDs) are widely used as a therapeutic option, nevertheless approximately 30-40% of patients are thought to be resistant to drug treatment. Temporal lobe epilepsy (TLE) is the most common type of epilepsy which is prone to be drug resistant. Failure to respond to AEDs is a problematic clinical issue.


Aims:
To determine the factors influencing potential drug resistant temporal lobe epilepsy.


Methods:
This was a cross sectional study involving patients with TLE in Epilepsy Clinic Cipto Mangunkusumo Hospital. Subjects were grouped into potential drug resistant and non-potential drug resistant. Data obtained from interviews and medical records were age of onset, initial seizure frequency, response to the first AED, etiology of epilepsy, history of status epilepticus, history of febrile seizures, family history of epilepsy, head CT scan/MRI features, and EEG features. Statistical analysis was done using Fisher exact test


Results:
There were 71 eligible subjects. Potential drug resistant was found in 60 subjects (84,51%). In bivariate analysis there was a significant association between initial seizure frequency of ≥1x/month and no-response to first AED with potential drug resistant TLE. In multivariate analysis, history of status epilepticus and no-response to first AED are independent factors influencing potential drug resistant TLE.


Discussion
: Factors influencing potential drug resistant TLE were history of status epilepticus and no-response to first AED and need to be evaluated in TLE patients.



Keywords: Antiepileptic drug, potential drug resistant, temporal lobe epilepsy

ABSTRAK

Pendahuluan
: Epilepsi Lobus temporal (ELT) merupakan bentuk epilepsi fokal yang paling sering ditemukan pada orang dewasa (30-40%) dan paling sering resisten terhadap pengobatan. Evaluasi dini terhadap epilepsi resisten obat perlu dilakukan untuk menghindari komplikasi akibat tidak terkontrolnya bangkitan pada pasien epilepsi.

Tujuan
: Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi epilepsi lobus temporal potensial resisten obat.

Metode: Desain penelitian adalah potong lintang pada pasien ELT di Poliklinik Epilepsi RSUPN Cipto Mangunkusumo. Subjek dikelompokkan menjadi potensial resisten obat dan tidak potensial resisten obat, dilakukan wawancara dan pencatatan rekam medis mencakup usia saat awitan epilepsi, frekuensi bangkitan awal, respons terhadap pengobatan pertama, etiologi epilepsi, riwayat status epileptikus, riwayat kejang demam, riwayat keluarga dengan epilepsi, serta gambaran imajing dan EEG. Analisis statistik menggunakan uji Fisher exact.

Hasil: Didapatkan 71 subjek yang memenuhi kriteria inklusi, 84,51% potensial resisten obat. Pada analisis bivariat didapatkan hubungan bermakna antara frekuensi bangkitan awal ≥1x/bulan dan tidak respons terhadap pengobatan pertama dengan ELT potensial resisten obat. Pada analisis multivariat, riwayat status epileptikus dan tidak respons terhadap pengobatan pertama merupakan faktor yang berpengaruh secara independen terhadap ELT potensial resisten obat.

Diskusi: Riwayat status epileptikus dan tidak respons terhadap pengobatan pertama merupakan faktor yang berpengaruh secara independen terhadap ELT potensial resisten obat.

Kata Kunci: Epilepsi lobus temporal, potensial resisten obat, status epileptikus

-------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, **Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo.

Korespondensi: andini_aswar@ymail.com


Download Article


Vol 32 No. 2 Maret 2015


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics