• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 3 Juni 2015


KORELASI PEMERIKSAAN MRI KUANTITATIF DTI DENGAN MEMORI DEKLARATIF PADA EPILEPSI LOBUS TEMPORAL MESIAL INTRAKTABEL
Nur Faizah*, Hermina Sukmaningtyas*, Aris Catur Bintoro**
CORRELATION QUANTITATIVE MRI EXAMINATION DTI WITH THE DECLARATIVE MEMORY IN INTRACTABLE MESIAL TEMPORAL LOBE EPILEPSY

ABSTRACT

Introduction:
Temporal lobe epilepsy, especially mesial temporal lobe epilepsy (mTLE) is the commonest adult focal epileptic syndrome. This frequently intractable syndrome is frequently caused by hippocampal sclerosis, a major structure in memory. Impaired declarative memory is a characteristic feature of temporal lobe epilepsy (TLE). Diffusion tensor imaging (DTI) is a technique for investigating white-matter microstructure by measuring voxel mean diffusity (MD) and fractional anisotropy (FA).


Aims: To determine the correlation between quantitative MRI-examination DTI (MD and FA) with declarative memory in patients with intractable mTLE.


Methods: This was cross sectional study on preoperative intractable MTLE subjects in Dr. Kariadi hospital, Semarang, in 2013-2014. Subjects underwent MRI-DTI and tests of declarative memory. The values of MD and FA, age of onset of illness, disease duration, and level of education were compared with declarative memory. Statistical analyses used Pearson and ranks Spearman’s correlation test.


Results: There were 13 subjects with female-predominance (53.85%) with mean age of 24.85±2.34 years, mean age of onset was 12.77±1.7 years, and mean illness duration was 12.08±2.51 years. Six subjects had hippocampal sclerosis, mostly left-sided mTLE, with increased MD and decreased FA in both hippocampi. There were no correlations between MD and FA values and declarative memory. Declarative memory disturbance was mostly found in left-sided mTLE.


Discussion: There were no significant correlations between MD and FA values and declarative memory.


Keywords: Declarative memory, diffusion tensor imaging, mesial temporal lobe epilepsy.


ABSTRAK


Pendahuluan: Epilepsi lobus temporal merupakan sindrom epilepsi parsial yang paling sering terjadi pada dewasa, terutama epilepsi lobus temporal mesial (ELTM). Tipe ini sering menjadi epilepsi intraktabel dengan penyebab utama adalah sklerosis hipokampus. Struktur lobus temporal mesial diperkirakan berperan dalam belajar dan mengingat materi baru, maka gangguan kinerja memori deklaratif merupakan ciri khas ELTM. Diffusion tensor imaging (DTI) merupakan teknik magnetic resonance imaging (MRI) yang relatif baru untuk meneliti mikrostruktur substansia albadengan mengukur motilitas relatif air dalam voxelmean diffusivity (MD) dan fractional anisotropy (FA). Peningkatan MD dan penurunan FA mencerminkan adanya demielinasi dan cedera aksonal.

Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara pemeriksaan MRI kuantitatif DTI (MD dan FA) dengan derajat memori deklaratif pada pasien ELTM intraktabel.

Metode: Penelitian potong lintang terhadap pasien ELTM intraktabel preoperatif di RSUP dr Kariadi, Semarang, selama tahun 2013–2014. Dilakukan MRI standar epilepsi berupa penilaian DTI (MD dan FA) pada daerah hipokampus serta penilaian tes memori deklaratif. Analisis data dilakukan dengan menghubungkan nilai MD, FA, usia onset sakit, lama sakit, dan tingkat pendidikan dengan memori deklaratif. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Pearsondan rank Spearman.

Hasil: Terdapat 13 subjek terutama perempuan (53,85%) dengan rerata usia 24,85±2,34 tahun; rerata onset awal sakit 12,77±1,7 tahun dan rerata lama sakit 12,08±2,51 tahun. Subjek yang mengalami sklerosis ada 6 orang, terutama ELTM kiri, dengan peningkatan MD dan penurunan FA pada kedua hipokampus dibandingkan normal. Tidak ada perbedaan antara MD dan FA dengan memori deklaratif. Didapatkan dominasi gangguan memori deklaratif pada pasien dengan ELTM sisi kiri.
Diskusi:Didapatkan peningkatan MD dan penurunan FA pada hipokampus yang tidak bermakna dengan derajat memori deklaratif pada pasien ELTM intraktabel.

Kata kunci: Diffusion tensor imaging, epilepsi lobus temporal mesial, memori deklaratif.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Radiologi FK Universitas Diponegoro/RSUP Dr.Kariadi, Semarang, **Departemen Neurologi FK Universitas Diponegoro/ RSUP Dr.Kariadi, Semarang.

Korespondensi: nurfaizah.2009@gmail.com


Download Article


Vol 32 No. 3 Juni 2015


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics