• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 3 Juni 2015


KETEBALAN KOMPLEKS INTIMA-MEDIA KAROTIS MENGGUNAKAN ULTRASONOGRAFI PADA PASIEN HIV DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK INTRAKRANIAL
Mohammad Arief Rachman*, Salim Harris*, Riwanti Estiasari*, Joedo Prihartono**
CAROTID INTIMA-MEDIA THICKNESS ASSESSED BY ULTRASOUND IN HIV PATIENTS WITH INTRACRANIAL OPPORTUNISTIC INFECTIONS

ABSTRACT

Introduction: Human immunodeficiency virus (HIV)infection is a chronic inflammatory process that causes endothelial injury leading to thickening of the intima media complex. Consequently, HIV patients with intracranial opportunistic infections have higher risks to manifest vascular disturbance, especially within the carotid vessels. Therefore, early detection using carotid vessel examination is fundamental to determine the need for preventive action against cerebrovascular incidents.


Aim: To determine the mean complex intima media thickness (CIMT) in adult HIV patients with intracranial opportunistic infection (IOI) and to observe whether there was a difference in mean CIMT of adult HIV patients with and without IOI.


Methods: This was a cross-sectional study in adult HIV patients with and without IOI. Sixty-five patients aged between 20-56 years were recruited in neurology ward and integrated outpatient clinic of HIV at Pokdisus AIDS Cipto Mangunkusumo hospital, Jakarta. Data was obtained via interview and questionnaires and CIMT was assessed using carotid ultrasonography. Data was analyzed by Fisher, Kolgomorov Smirnov, Wilcoxon, and student T test.


Results: Out of 65 adult HIV-subjects, 22 subjects had IOI. 65% subjects were male and the mean ages of subjects with and without IOI were 34.1±6.7 and 33.0±6.5 years (p>0.05), respectively. Mean CIMT in HIV subjects with IOI was 0.62±0.07mm, while it was 0.61±0.08mm in HIV subjects without IOI.


Discussion: There was no significant difference in mean CIMT in HIV subjects with or without IOI. Mean CIMTs in HIV subjects with and without IOI were higher than that in age-adjusted normal population. Therefore, HIV subjects were at a higher risk of cerebrovascular incidents.


Keywords: Carotid ultrasonography, complex intima media thickness, HIV, intracranial opportunistic infection.


ABSTRAK

Pendahuluan: Infeksi human immunodeficiency virus (HIV) merupakan suatu proses inflamasi kronik yang diawali dengan cedera endotel yang mengakibatkan penebalan kompleks intima media (KIM). Pada HIV yang disertai infeksi oportunistik intrakranial (IOIK) risiko terjadinya penebalan kompleks intima media akan menjadi lebih besar serta akan memberikan manifestasi gangguan pembuluh darah, khususnya pembuluh darah karotis. Oleh karena itu perlu dilakukan deteksi dini pembuluh darah karotis sebagai salah satu dasar untuk penentuan pencegahan kejadian serebrovaskular.

Tujuan: Mengetahui rerata ketebalan KIM arterikarotis pada pasien HIV dengan IOIK serta mengetahui adanya perbedaan ketebalan KIM karotis antara pasien HIV dengan dan tanpa IOIK.

Metode: Penelitian secara potong lintang pada pasien HIV dengan dan tanpa IOIK di ruang rawat inap Departemen Neurologi dan poliklinik HIV RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Dilakukan wawancara menggunakan form penelitian dan pemeriksaan ultrasonografi karotis. Data dianalisis dengan menggunakan uji Fisher, Kolgomorov Smirnov, Wilcoxon, dan student T.

Hasil: Didapatkan 65 subjek yang terdiri atas 22 subjek dengan IOIK dan 43 subjek tanpa IOIK, mayoritas laki-laki (64%). Rerata usia kelompok IOIK adalah 34,1±6,7 tahun, sedangkan kelompok non-IOIK 33,0±6,5 tahun (p>0,05). Didapatkan kadar rerata ketebalan KIM karotis kelompok IOIK sebesar 0,62±0,07 mm,sedangkan pada non-IOIK sebesar 0,61±0,08 mm.

Diskusi: Tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara rerata ketebalan KIM karotis subjek dengan dan tanpa IOIK. KIM karotis semua subjek cenderung lebih tebal dibandingkan nilai normal sesuai dengan umur subjek.

Kata kunci: HIV, infeksi oportunistik intrakranial, kompleks intima media, ultrasonografi karotis.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, **Departemen Ilmu kesehatan KomunitasFK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Korespondensi: arachman.dr@gmail.com


Download Article


Vol 32 No. 3 Juni 2015


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics