• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 3 Juni 2015


HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DAN MIGREN PADA PERAWAT DI RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG
Dina Meliana*, Yusuf Wibisono*, Nani Kurniani*

THE ASSOCIATION BETWEEN OBESITY AND MIGRAINEIN NURSES OF HASAN SADIKIN GENERAL HOSPITAL

ABSTRACT

Introduction:
Migraine is a common primary headache that occurs in 10% of adult. Recent research reported that obesity is associated with migraine, the frequency of migraine attack increases in obese individuals. The plasma calcitonin gene-related peptide(CGRP) and inflammatory mediators are increased in obese individuals cause neurogenic inflammation and neuronal sensitization in the trigeminal caudalis nucleus.


Aim:
To analyze the correlation between obesity and frequency and intensity of migraine attacks.


Method:
This was a cross-sectional observational-analytical study in nurses with migraine in Hasan Sadikin General Hospital, Bandung from August to October 2014, diagnosed by neurologists. Data was obtained from interview and measurement of body weight, height, and waist circumference (WC). Chi-Square and Spearman testswere used to analyze the correlation between body mass index (BMI) and WC with frequency and intensity of migraine attack.


Result:
A total of 157 subjects fulfilled criteria for migraine and 21 subjectswere obese.Obese subjects had frequency of migraine attacks of 10-14 days/month witha significant correlation between obesity and frequency of migraine attacks (p<0.05). Spearman test demonstrated a positive correlation between BMI and WC with frequency of migraine attacks (r 0.822; p<0.05 and r 0.767; p< 0.05).


Discussion:
The frequency and intensity of migraine attacks were higher in obese individuals. Higher BMI and WC correlated with higher frequency and intensity of migraine attacks.


Keywords: Frequency of migraine attack, intensity of migraine attack, migraine, obesity.


ABSTRAK


Pendahuluan:
Migren merupakan nyeri kepala primer yang terjadi pada 10% populasi dewasa. Penelitian terkini melaporkan obesitas berhubungan dengan migren; frekuensi serangan migren meningkat pada individu dengan obesitas akibat peningkatan calcitonin gene-related peptide (CGRP) dan mediator-mediator inflamasi di dalam darah.

Tujuan:
Menganalisis hubungan antara obesitas dan frekuensi serta intensitas serangan migren.

Metode:
Penelitian analitik observasional secara potong lintang pada perawat di RSHasan Sadikin, Bandung, dari bulan Agustus sampai Oktober 2014, yang dinyatakan memenuhi kriteria diagnosis migren berdasarkan International Headache Society (IHS) tahun 2004 oleh dokter spesialis saraf. Subjek diwawancara mengenai frekuensi dan intensitas nyeri tiap serangan, diukur berat dan tinggi badan, serta lingkar pinggang. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dan uji Spearman untuk analisis korelasi antara indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang (LP) dengan frekuensi serangan dan intensitas nyeri migren.

Hasil:
Dari 1078 subjek penelitian didapatkan 157 orang terdiagnosis migren dengan usia rerata 35,83+7,64 tahun dan mayoritas perempuan (77,1%).Subjek dengan obesitas mengalami frekuensi serangan migren dan intesitas nyeri tinggisecara bermakna (p<0,001). Pada uji korelasi Spearman didapatkan korelasi positif dan kuat antara IMT dan LP dengan frekuensi serangan migren (r 0,822; p<0,05 dan r 0,767; p<0,05).

Diskusi:
Pada penelitian ini didapatkan bahwa frekuensi serangan dan intensitas nyeri pada migren meningkat pada individu yang obesitas, semakin tinggi IMT dan LP maka semakin tinggi frekuensi dan intensitas serangan migren.

Kata kunci:
Frekuensi serangan, intensitas nyeri, migren, obesitas.

--------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Padjadjaran/RSUP Hasan Sadikin, Bandung.

Korespondensi: dnmeliana@yahoo.com


Download Article


Vol 32 No. 3 Juni 2015


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics