• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 3 Juni 2015


PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK NYERI NEUROPATIK DI INSTALASI RAWAT JALAN NEUROLOGI RSDR. HASAN SADIKIN BANDUNG
Danny Bagus Agfiandi*, Henny Anggraini Sadeli*, Yustiani Dikot*,/i.

PREVALENCE AND CHARACTERISTICS OF NEUROPATHIC PAIN IN NEUROLOGY OUTPATIENT DEPARTMENT,
DR. HASAN SADIKIN HOSPITAL BANDUNG

ABSTRACT

Introduction:
Neuropathic pain will affect patients’ quality of life due to its chronicity and intensity. The epidemiologic study of neuropathic pain in Indonesia is still limited. The patho-mechanism of pain can be determined from the clinical manifestations, acting as the basis of rational pain management.


Aim:
To determine the prevalence and characteristics of neuropathic pain in Neurology Outpatient Department, Dr. Hasan Sadikin Hospital, Bandung.


Method:
This was a prospective cross-sectional descriptive study in patients with neuropathic pain, aged >14 years, in Neurology Outpatient Clinic, Dr. Hasan Sadikin hospital, Bandung from January to December 2013. The prevalence and characteristics of neuropathic pain were assessed, including the duration, intensity, and quality of pain.


Results:
The prevalence of neuropathic pain was 31.6%; 60% was chronic; and 74.45% had moderate to severe intensity. Females were twice affected than males. The most common complaint was spontaneous neuropathic pain (≥50%) such as paresthesia and shooting pain. More than 30% was evoked neuropathic pain such as hyperalgesia and allodynia. The most common underlying etiology was low-back neuropathic pain (38.3%). Neuropathic pain showed various sign and symptoms.


Discussion:
The prevalence of neuropathic pain was quite high (31.6%). As the therapy for neuropathic pain was different
from nociceptive pain, the manifested signs and symptoms acted as a guide for treatment choice.


Keywords:
Characteristic, neuropathic pain, prevalence

ABSTRAK

Pendahuluan:
Nyeri neuropatik akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang, karena dapat menjadi kronik dengan intensitas nyeri sedang sampai berat. Tinjauan epidemiologi dan karakteristik nyeri neuropatik di Indonesia masih terbatas. Hal ini diperlukan, karena patomekanisme yang mendasari timbulnya suatu nyeri bisa dinilai dari gejala dan tanda yang ditimbulkan, sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan terapi nyeri yang lebih rasional.

Tujuan: Mengetahui prevalensi dan karakteristik nyeri neuropatik di Instalasi Rawat Jalan (IRJ) Neurologi RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.

Metode: Penelitian secara deskriptif potong lintang prospektif terhadap seluruh pasien berusia di atas 14 tahun yang terdiagnosis nyeri neuropatik di IRJ Neurologi RSHS, Bandung dan bersedia mengikuti penelitian, sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2013. Dilakukan penilaian prevalensi dan karakteristik nyeri neuropatik yang terdiri dari lama, intensitas, dan kualitas nyeri berdasarkan Konsensus Nyeri Neuropatik PERDOSSI 2011.

Hasil: Didapatkan 736 subjek dengan prevalensi nyeri neuropatik sebesar 31,6%, perempuan dua kali lebih banyak dari laki-laki. Sebanyak 60% subjek menderita nyeri kronis dengan 74,45% berupa nyeri sedang sampai berat. Keluhan terbanyak yaitu nyeri neuropatik spontan ≥50% seperti parestesia dan rasa kesetrum disertai nyeri yang dibangkitkan, ≥30% seperti hiperalgesia dan alodinia. Diagnosis kasus terbanyak nyeri neuropatik punggung bawah (38,3%). Ditemukan bahwa setiap diagnosis nyeri neuropatik mempunyai gejala dan tanda yang bervariasi.

Diskusi: Keberadaan nyeri neuropatik pada penyakit saraf harus diwaspadai karena prevalensinya cukup tinggi dan terapinya berbeda dengan terapi nyeri inflamasi/nosiseptif. Beragam gejala dan tanda yang ditimbulkan mengarahkan kepada pemilihan terapi yang rasional.

Kata kunci: Karakteristik, nyeri neuropatik, prevalensi.

------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi, FK Universitas Padjajaran/RSUP Dr.Hasan Sadikin, Bandung. 

Korespondensi: dannybagusa@ymail.com


Download Article


Vol 32 No. 3 Juni 2015


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics