• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 3 Juni 2015


HUBUNGAN KADAR LOW-DENSITY LIPOPROTEIN CHOLESTEROL DENGAN KEJADIAN DAN KEPARAHAN STROKE AKUT
Azwita Effrina Hasibuan*, Aida Fitri*, Khairul Putra Surbakti*, Aldy Safruddin Rambe*

ASSOCIATION BETWEEN LOW-DENSITY LIPOPROTEIN CHOLESTEROL LEVEL AND ACUTE STROKE OCCURANCE AND SEVERITY

ABSTRACT

Introduction:
The role of serum cholesterol in stroke etiology is still uncertain. Studies focusing on association between low-density lipoprotein (LDL) cholesterol and acute stroke are still rare and inconsistent.


Aim:
To evaluate the association between LDL-cholesterol level and acute stroke occurrence and severity.


Methods:
This was a cross-sectional study of acute-stroke patients in Adam Malik Hospital, Medan, from August to November 2015. All subjects underwent evaluation of National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS), Glasgow Coma Scale, CT scan lesion volume, and blood lipid level on admission. The outcome after30-days was assessed using modified Rankin Scale (mRS). Data was analyzed using Chi square, Fisher, Pearson correlation, and independent t-tests.


Results:
There were 51 subjects with mean age of 59.4±10.3 years. There was no association between LDL level and occurrence of ischemic and hemorrhagic stroke (p=0.761). There were negative correlations between LDL level and NIHSS on admission (r=-0.279, p=0.048), and 30-day mRS (r=-0.343, p=0.014). There was an increase in odds ratio for mortality after 30 days (OR=6.0; 95%CI, 0.941-42.8) in subjects with LDL level ≤130mg/dL compared to subjects with LDL level >130mg/dL (p=0.037).


Discussion:
There was no association between LDL level and the occurrence of acute ischemic and hemorrhagic stroke. Higher LDL levels were associated with better the functional output. Subjects with lower LDL levels had 6 times higher risk of mortality within 30 days after onset.


Keywords:
Acute stroke, low-density lipoprotein cholesterol, stroke occurrence, stroke severity.

ABSTRAK

Pendahuluan: Peranan kolesterol serum sebagai penyebab stroke masih belum pasti. Penelitian mengenai hubungan kadar low-density lipoprotein (LDL) cholesterol dengan stroke akut masih sangat sedikit, dengan hasil yang tidak konsisten.

Tujuan: Mengevaluasi hubungan kadar LDL dengan kejadian dan keparahan stroke akut.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang terhadap pasien stroke akut yang dirawat di RSUP H. Adam Malik, Medan, periode Agustus hingga November 2014. Semua pasien dilakukan penilaian skor National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS), Skala Koma Glasgow (SKG), volume lesi pada CT scan, dan kadar lipid darah saat masuk. Keluaran dinilai pada 30 hari onset stroke menggunakan modified Ranking Scale (mRS). Data dianalisis dengan uji Chi square, Fisher, korelasi Pearson, dan t independen.

Hasil: Didapatkan 51 subjek dengan rerata umur 59,4±10,3tahun. Tidak terdapat hubungan antara kadar LDL dengan kejadian stroke iskemik dan hemoragik akut (p=0,761). Dijumpai korelasi negatif antara kadar LDL dengan skor NIHSS (r=-0,279, p=0,048), juga dengan skor mRS dalam 30 hari (r=-0,343, p=0,014). Subjek dengan kadar LDL ≤130mg/dL memiliki peningkatan rasio odds (RO) 6 kali lipat untuk kematian dalam 30 hari dibandingkan dengan subjek dengan kadar LDL>130mg/dL secara bermakna (p=0,037).

Diskusi: Tidak terdapat hubungan antara kadar LDL dengan kejadian stroke akut. Semakin tinggi kadar LDL maka maka keluaran fungsional semakin baik (skor mRS akan semakin rendah). Subjek dengan kadar LDL yang lebih rendah berisiko untuk kematian 6 kali lebih tinggi dalam 30 hari pasca onset.

Kata kunci: Kejadian stroke, keparahan stroke, low-density lipoprotein cholesterol, stroke akut.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Sumatera Utara/RSUP H. Adam Malik, Medan.

Korespondensi: wietta@yahoo.com 


Download Article


Vol 32 No. 3 Juni 2015


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics