• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 3 Juni 2015


PERAN APOTEKER DALAM MENCEGAH DRUG RELATED PROBLEM PADA PASIEN STROKE YANG DIRAWAT INAP
Ratna Juwita*, Maria Immaculata Iwo*, Catur Banuaji**, Tri Kusumaeni***
ROLE OF THE PHARMACIST IN PREVENTING DRUG RELATED PROBLEMS OF HOSPITALIZED STROKE PATIENTS 

ABSTRACT

Introduction:
Stroke is a sudden functional disorder of the brain due to blockageor rupture of blood vessels in the brain. By knowing the various causes of stroke, patients may receive several drugs simultaneously (polypharmacy).Therefore, the possibility of drug-related problems (DRP) requiresspecial attention.


Aims:
To determine the magnitude of DRP and the improvement of the quality of drug use after pharmacist intervention in inpatient stroke cases in Persahabatan Hospital, Jakarta.


Methods:
This study used experimental design of pre- and post-test. Data was collected prospectively regarding treatment patterns of stroke patients hospitalized in Persahabatan Hospital Jakarta in September to November 2014.Data was obtained from medical records, nursing records, patient medication profiles, and laboratory test results.In addition, the condition of the patients during treatment is also observed directly i.e. through visits (visite) together with doctors, pharmacists and nurses.


Results:
Of the 1006 types of drug therapy on 95subjects, there were 418 DRPs. Most subjects were male (51.6%) in the age group of 51-60 years (46.3%). The involvement of pharmacists in identifying and preventing potential DRPs by providing recommendations to doctors, nurses, pharmacists, patients, and family membersreduced DRPs significantly to 143 DRPs (p-value <0.05).


Discussion:
Pharmacist interventions on the patterns of drug therapy in stroke patients decreased DRP significantly.Good relationship and communication between pharmacists and healthcare practitioners in the hospital areessential in preventing DRPs.


Keywords:
Drug-related problems,stroke.


ABSTRAK


Pendahuluan:
Stroke adalah gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak yang dapat disebabkan karena adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Dengan diketahuinya penyebab stroke yang beragam, maka seringkali penderita mendapatkan obat-obatan lebih dari satu yang digunakan secara bersamaan (polifarmasi).Oleh karena itu kemungkinan timbulnya masalah terkait obatatau drug related problem (DRP)yang perlu mendapat perhatian.

Tujuan:
Mengetahui besarnya masalah terkait obatserta perbaikan kualitas penggunaan obat setelah intervensi apoteker pada kasus stroke yang dirawat inap di RSUP Persahabatan, Jakarta.

Metode:
Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental pre dan post test. Pengambilan data dilakukan secaraprospektif pada pola pengobatan pasien stroke rawat inap di RSUP Persahabatan selama periode September hingga November 2014.Data pengobatan penderita diambil dari rekam medik, catatan perawat, profil pengobatan penderita, dan hasil laboratorium.Selain itu, diamati juga kondisi penderita secara langsung selama terapi melalui kunjungan bersama dokter, apoteker, dan perawat.

Hasil:
Dari 1006 jenis terapi obat pada 95 subjek, terdapat 418 masalah terkait obat. Mayoritas subjek adalah laki-laki (51,6%) pada kelompok usia 51-60 tahun (46,3%). Keterlibatan apoteker dalam mengidentifikasi dan mencegah DRP dengan memberikan intervensi berupa rekomendasi kepada dokter, perawat, petugas farmasi, serta pasien dan keluarga dapat menurunkan DRP menjadi 143 masalah secara bermakna (p<0,05).

Diskusi:
Melalui intervensi apoteker terhadap pola terapi obat penderita stroke, DRP turun secara bermakna. Hubungan dan komunikasi yang baik dengan praktisi kesehatan sangat penting dalam mencegah DRP.

Kata kunci: Drug related problems, stroke.

------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Bandung, **Staf dokter spesialis saraf di RSUP Persahabatan, Jakarta, ***Staf apoteker di RSUP Persahabatan, Jakarta.

Korespodensi: khairina.juwita@gmail.com, trikusumaeni@yahoo.com


Download Article


Vol 32 No. 3 Juni 2015


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics