• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No. 3 Juni 2015


VARIAN GELOMBANG EEG NORMAL SEBAGAI FAKTOR PENYEBAB KESALAHAN DIAGNOSIS EPILEPSI
Suryani Gunadharma*
ERRORS IN EEG VARIANT INTERPRETATION AND MISDIAGNOSIS OF EPILEPSY

ABSTRACT

Introduction:
Electroencephalography (EEG) is the most useful test for assessment of epileptic patients. However, EEG is often over-analyzed, especially by inexperienced readers. EEG over-interpretation is common and plays as an important contributor of misdiagnosis of epilepsy, impacting significantly in patients’ lives. Interictal epileptiform discharges (IED) have a strong correlation with epilepsy. Not all spike or sharp-waves have a relation with epilepsy. Many EEG patterns can be mistaken for IED, such as small sharp spikes, 14- and 6-Hz positive spikes, 6Hz phantom spike waves, and wicket spikes. All can be seen in people with or without epilepsy. Most misdiagnoses of epilepsy were caused by EEG over-interpretations, including interpreting normal variant EEG patterns as epileptiform. EEG interpretations require training, experience, and good clinical observation.


Keywords:
EEG variants, epilepsy misdiagnosis, interictal epileptiform discharges

ABSTRAK

Pendahuluan:
Pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) merupakan pemeriksaan yang paling berguna dalam menegakkan diagnosis epilepsi. Tetapi hasil pemeriksaan EEG sering kali ditanggapi berlebihan terutama bagi mereka yang hanya tahu sedikit mengenai kegunaan pemeriksaan EEG. Kesalahan dalam penegakkan diagnosis epilepsi akan berdampak pada kehidupan penderita epilepsi. Pemeriksaan EEG dapat mendeteksi aktivitas interiktal dan iktal; terdapat korelasi yang kuat antara gelombang epileptogenik interiktal dan epilepsi. Tetapi tidak semua gelombang paku atau tajam interiktal mempunyai hubungan dengan epilepsi. Beberapa gelombang EEG yang merupakan variasi gelombang EEG normal mempunyai morfologi menyerupai gelombang epileptogenik. Varian dengan bentuk gelombang paku adalah gelombang paku positif 14- dan 6-Hz (14 and 6Hz positive spike), gelombang paku tajam yang kecil (small sharp spikes), gelombang paku ombak 6Hz (phantom spike), dan gelombang wiket (wicket spike). Varian normal ini dapat ditemukan pada orang dengan atau tanpa keluhan/penyakit. Sebagian besar kesalahan diagnosis epilepsi disebabkan oleh interpretasi EEG secara berlebihan, termasuk interpretasi yang salah pada pembacaan variasi gelombang. Interpretasi EEG memerlukan kemampuan, pengalaman, dan observasi klinis untuk mencapai ketepatan diagnosis.

Kata kunci: Gelombang epileptogenik, gelombang varian, salah diagnosis epilepsi.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Padjajaran/RSUP Hasan Sadikin, Bandung. 

Korespondensi: suryanig@yahoo.com


Download Article


Vol 32 No. 3 Juni 2015


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics