• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No.4 September 2015


FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN GAGAL GINJAL TERMINAL YANG MENJALANI HEMODIALISIS
Sritin Melati,* Paulus Anam Ong,* Djadjang Suhana,*Rubin Surachno Gondodiputro**

FACTORS THAT CORRELATE WITH COGNITIVE FUNCTION IN PATIENTS WITH END-STAGE RENAL DISEASE UNDERGOING HEMODIALYSIS

ABSTRACT

Introduction: The prevalence of cognitive impairment in end-stage renal disease (ESRD) is very high (80 %). Modifiable factors worsening cognitive functions include direct effect of azotemia (increased of ureum and creatinine levels), complications of hemodialysis treatment (intradialytic hypotension/IDH and disequilibrium syndrome/DS), comorbidities of ESRD (anaemia, hypoalbuminemia), and vascular risk factors of ESRD (hypertension, dyslipidemia, diabetes mellitus).

Aim:
To analyze factors affecting cognitive function in ESRD patients undergoing hemodialysis.


Method:
This was an analytic descriptive study with the population of ESRD patients who fulfilled the inclusion and exclusion criteria. Cognitive function was assessed using Montreal Cognitive Assessment-Indonesian Version (MoCA-Ina) score. Data were analyzed using bivariate correlation and forward stepwise linier regression. Correlation was analyzed using Pearson, Spearman, and multiple regression test.


Result:
Sixty-three subjects participated in this study, most of them were male (50.8 %), with mean age of 45.32±8.8 years. There were significant correlations between MoCA-Ina score and creatinine level, incidence of IDH, incidence of DS (p=0.020, p=0.035, p=0.025). There was no significant correlation between MoCA-Ina score and other factors such as ureum level, comorbidities in ESRD, and vascular risk factors (p>0.05).


Discussion:
The serum creatinine level, incidence of IDH, and DS had significant correlation with MoCA-Ina score. Therefore, those factors should be avoided to prevent cognitive decline in dialysis patients.


Keywords: Azotemia, cognitive function, hemodialysis complications, MoCA-Ina.


ABSTRAK

Pendahuluan: Frekuensi gangguan kognitif pada pasien gagal ginjal terminal (GGT) sangat tinggi (80%). Faktor yang diduga memperberat gangguan kognitif pada pasien ini dan modifiable adalah sindrom azotemia (peningkatan ureum dan kreatinin), komplikasi hemodialisis (HD) seperti hipotensi intradialitik (HID), sindrom disekuilibrium (SD), komorbiditas GGT seperti anemia dan hipoalbuminemia, serta faktor risiko vaskular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia.

Tujuan:
Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi fungsi kognitif pada pasien GGT yang menjalani HD.

Metode:
Penelitian ini merupakan studi deskriptif secara potong lintang terhadap pasien GGT di ruang unit hemodialisis RS Dr. Hasan Sadikin, Bandung, pada Februari-Maret 2014. Pasien diwawancara, dilakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin, albumin, ureum, dan kreatinin pre-pasca HD, serta penilaian profil faktor risiko vaskular, dan fungsi kognitif menggunakan Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-Ina). Data diolah menggunakan analisis bivariat dan regresi linier berganda forward stepwise. Uji analisis data parametrik menggunakan uji korelasi Pearson, Spearman, dan regresi berganda.

Hasil:
Didapatkan 63 subyek mayoritas laki-laki (50,8 %) dengan rerata usia 45,3±8,8 tahun. Pada analisis bivariat didapatkan hubungan yang bermakna antara skor MoCA-Ina dengan selisih kadar kreatinin, kejadian HID, dan kejadian SD (p=0,020, p=0,035, danp=0,025). Pada analisis regresi terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi kognitif dengan kadar kreatinin dan kejadian SD (p=0,029 dan p=0,007). Pada penelitian ini tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara skor MoCA-Ina dengan faktor komorbiditas HD dan faktor risiko vaskular.

Diskusi:
Adanya kejadian HID, SD, dan peningkatan kadar kreatinin berpengaruh terhadap penurunan total skor MoCA-Ina secara bermakna.

Kata kunci: Azotemia, gagal ginjal terminal, komplikasi hemodialisis, MoCA-Ina.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen/SMF Neurologi, FK Universitas Padjdjaran/RS Dr. Hasan Sadikin, Bandung, **Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FK Universitas Padjdjaran/RS Dr. Hasan Sadikin, Bandung. 

Korespondensi: sritin.melati@gmail.com


Download Article


Vol 32 No.4 September 2015


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics