• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 32 No.4 September 2015


SINDROM POSTERIOR REVERSIBLE ENCEPHALOPATHY
Cut Diana Maya Theresa,* Alfansuri Kadri*

POSTERIOR REVERSIBLE ENCEPHALOPATHY SYNDROME

ABSTRACT
Posterior reversible encephalopathy syndrome (PRES) is a rare and reversible syndrome, with many etiologies and diagnosed based on clinical-radiological abnormalities. The main causes include hypertension, cytotoxic medication, preeclampsia or eclampsia, autoimmune, and systemic diseases. Clinical symptoms include acute neurologic symptoms such as visual disturbances, seizures, headache, vomiting, and vasogenic edema on imaging.
We report a case of 24-year old male with seizures and blurred vision since one day before. The patient also experienced headache since 1 week ago that worsened in 4 days. The patient had a history of drugs and alcohol since 8 years ago. Physical examination showed hypertension, impaired visual acuityl, and papilledema. Laboratory examination showed increased ureum and creatinine levels. Brain CT scan showed large edema in the left and right occipital lobes. The patient was treated with antihypertensive, steroid, and anticonvulsants. The patient showed improved clinically after therapy.
The best management in PRES includes blood pressure control, correction of the underlying etiology, and anticonvulsants.

Keywords: Acute, edema, hypertensive, reversible.


ABSTRAK

Posterior reversible encephalopathy syndrome (PRES) merupakan sindrom yang jarang dijumpai dan bersifat reversible dengan berbagai etiologi dan ditegakkan berdasarkan gejala klinik dan radiologik. Penyebab utamanya yaitu hipertensi, medikasi sitotoksik, preeklamsi atau eklamsi, penyakit autoimun, dan penyakit sistemik. Gejala klinik yaitu gejala neurologik akut berupa gangguan visual, kejang, nyeri kepala, dan muntah yang disertai dengan gambaran imajing berupa edema vasogenik.
Dilaporkan seorang laki-laki berusia 24 tahun dengan keluhan kejang dan pandangan kabur sejak 1 hari. Terdapat nyeri kepala sejak 1 minggu dan memberat sejak 4 hari terakhir. Riwayat pemakaian narkoba dan alkohol dijumpai sejak 8 tahun yang lalu. Dari pemeriksaan fisik ditemui tekanan darah tinggi, gangguan visus, dan papil edema bilateral. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan ureum dan kreatinin yang meningkat. Gambaran CT scan kepala menunjukkan adanya edema luas di lobus oksipital kiri dan kanan. Penatalaksanaan terbaik yaitu mengontrol tekanan darah, mengatasi penyebabnya, dan pemberian antikonvulsan.

Kata kunci: Akut, edema, hipertensi, reversible.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Sumatera Utara/RSUP H. Adam Malik, Medan. 

Korespondensi: cut_dmaya@yahoo.com


Download Article


Vol 32 No.4 September 2015


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics