• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 33 No 1 Desember 2015


SPONDILITIS TUBERKULOSIS MULTILEVEL NONKONTINYU PADA SEGMEN SERVIKAL DAN LUMBAL
Arthur Hendrik Philips Mawuntu,* Widi Widowati,** Herlyani Khosama*

MULTILEVEL NONCONTIGUOUS TUBERCULOUS SPONDYLITIS AFFECTING THE CERVICAL AND LUMBAR SEGMENTS 

ABSTRACT


Tuberculous spondylitis affecting the cervical segment is reported in 10% of all tuberculous spondylitis cases. As a result, patients with compressive myelopathy in the cervical segment is often diagnosed with other diseases. Similarly, multilevel noncontiguous tuberculous spondylitis is rare. This form is believed to be associated with immunodeficiency conditions due to various etiologies. Some clinicians believe that multilevel noncontiguous tuberculous spondylitis is underdiagnosed if the examination is based on clinical features and plain radiographs. We report a case of multilevel noncontiguous tuberculous spondylitis affecting the cervical and lumbar segments proven by pathological examination.


Keywords: Cervical segment, multilevel noncontiguous segment, tuberculous spondylitis, tuberculosis.


ABSTRAK

Spondilitis tuberkulosis segmen servikal diperkirakan hanya sekitar 10% dari seluruh kasus spondilitis tuberkulosis. Hal ini menyebabkan pasien dengan gambaran klinis mielopati kompresif servikal lebih sering didiagnosis sebagai penyakit lain. Demikian pula bentuk multilevel nonkontinyu jarang ditemukan. Bentuk ini dipercaya berhubungan dengan keadaan imunodefisien akibat berbagai alasan. Meskipun demikian, beberapa klinisi menganggap bahwa bentuk multilevel nonkontinyu masih kurang terdiagnosis jika hanya berdasarkan gambaran klinis atau radiografi sederhana. Kami melaporkan kasus spondilitis tuberkulosis fokus multipel yang mengenai segmen lumbal dan servikal yang dibuktikan dengan pemeriksaan patologi anatomi.

Kata kunci: Multilevel nonkontinyu, segmen servikal, spondilitis tuberkulosis, tuberkulosis.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Sam Ratulangi/RSUP Prof. dr. R.D. Kandou, Manado, **Jogja International Hospital, Yogyakarta.

Korespondensi: arthur_mawuntu@yahoo.com


Download Article


Vol 33 No 1 Desember 2015


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics