• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 33 No 1 Desember 2015


HUBUNGAN ANTARA LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DAN RISIKO MENDERITA SLEEP APNEA
Handy Darmawan,* Astuti,** Ahmad Asmedi,** Abdul Gofir,** Bambang Djarwoto***
RELATIONSHIP BETWEEN DURATION OF HEMODIALYSIS AND SLEEP APNEA

ABSTRACT

Introduction:
The incidence of chronic kidney disease (CKD) is rising in Indonesia. Hemodialysis (HD) is the most frequent kidney replacement therapy used for CKD patients in Indonesia. Sleep apnea (SA) is commonly found in HD patient. It decreases the quality of life among them and is still underdiagnosed.


Aims: To demonstrate the relationship between the duration of HD and SA.


Methods: This was a cross sectional study with 35 subjects undergoing HD. They were interviewed between July and September 2014 using Berlin questionnaire in Dr. Sardjito hospital, Yogyakarta. The output data were analyzed using logistic regression test.


Result: From 35 HD subjects, 21 (60%) subjects had high risk for SA and 14 (40%) subjects had low risk for SA. There was statistically significant relationship between duration of HD and SA with OR 1.003 and p 0.019. Duration of CKD had a statistically significant relationship with SA with OR 1.149 and p 0.015.


Discussion: Duration of HD and CKD had a statistically significant relationship with SA. Longer duration of HD and CKD is associated with higher risk of SA.


Keywords: Chronic kidney disease, hemodialysis, sleep apnea.


ABSTRAK

Pendahuluan: Sleep apnea (SA) sering ditemukan pada pasien penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis (HD) dan menyebabkan penurunan kualitas hidup pasien, namun hubungan antara keduanya masih belum jelas.

Tujuan: Mengetahui hubungan antara lama menjalani HD dan risiko menderita SA.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi pontong lintang pada bulan Juli-September 2014 terhadap pasien PGK yang menjalani HD di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. SA dinilai menggunakan kuesioner Berlin terhadap pasien dan pasangan tidurnya, data dianalisis menggunakan uji regresi logistik.

Hasil: Pada 35 subjek HD, sebanyak 60% subjek berisiko tinggi menderita SA dan 40 % subjek berisiko rendah menderita SA. Lama menjalani HD terbukti berhubungan dengan risiko menderita SA dengan (RO=1,003, p=0,019). Lama menderita PGK juga berhubungan secara signifikan dengan risiko menderita SA dengan (RO=1,149 dan p=0,015).

Diskusi: Lama menjalani HD dan menderita PGK berhubungan dengan risiko menderita SA. Semakin lama menjalani HD dan menderita PGK semakin tinggi risiko menderita SA.

Kata kunci: Hemodialisis, penyakit ginjal kronik, sleep apnea.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*FK Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta **Bagian Saraf RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta ***Unit Hemodialisis Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Korespondensi: darmawan_handy@yahoo.com


Download Article


Vol 33 No 1 Desember 2015


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics